Washington (ANTARA) - Menteri luar negeri Turkiye dan Spanyol melakukan pembicaraan telepon pada Kamis (30/4) dan menekankan perlunya sikap internasional terhadap intervensi ilegal Israel terhadap armada bantuan menuju Jalur Gaza, Palestina.
"Dalam pembicaraan itu ditekankan bahwa intervensi ilegal oleh pasukan Israel terhadap Global Sumud Flotilla, yang berlayar di perairan internasional lepas Kreta, membahayakan nyawa banyak warga sipil dari berbagai kewarganegaraan dan melanggar hukum internasional," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Turkiye Oncu Keceli di platform X.
Ia mengatakan percakapan antara Menlu Turkiye Hakan Fidan dan Menlu Spanyol Jose Manuel Albares juga menekankan perlunya komunitas internasional mengadopsi sikap bersama terhadap intervensi tersebut.
Angkatan laut Israel mencegat kapal dari armada itu pada Rabu malam saat mereka menuju Gaza untuk mencoba menembus blokade yang telah lama diberlakukan di wilayah kantong Palestina itu.
Kelompok tersebut menyatakan pasukan Israel mengepung konvoi di perairan internasional dekat pulau Kreta, mengacaukan komunikasi, dan menyita beberapa kapal.
Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan bermaksud menembus blokade Israel serta membuka koridor kemanusiaan melalui laut.
Langkah itu terjadi beberapa jam setelah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Israel tengah bersiap mencegat armada yang terdiri dari sekitar 100 kapal yang membawa hampir 1.000 aktivis dari berbagai negara.
Israel telah memberlakukan blokade di Jalur Gaza sejak 2007 yang menyebabkan sekitar 1,5 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal dari total sekitar 2,4 juta penduduk.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Krisis air bersih melanda Gaza, warga antre untuk dapatkan pasokan
Baca juga: Dinilai berbahaya, Uni Eropa tak anjurkan bantuan ke Gaza lewat armada
"Dalam pembicaraan itu ditekankan bahwa intervensi ilegal oleh pasukan Israel terhadap Global Sumud Flotilla, yang berlayar di perairan internasional lepas Kreta, membahayakan nyawa banyak warga sipil dari berbagai kewarganegaraan dan melanggar hukum internasional," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Turkiye Oncu Keceli di platform X.
Ia mengatakan percakapan antara Menlu Turkiye Hakan Fidan dan Menlu Spanyol Jose Manuel Albares juga menekankan perlunya komunitas internasional mengadopsi sikap bersama terhadap intervensi tersebut.
Angkatan laut Israel mencegat kapal dari armada itu pada Rabu malam saat mereka menuju Gaza untuk mencoba menembus blokade yang telah lama diberlakukan di wilayah kantong Palestina itu.
Kelompok tersebut menyatakan pasukan Israel mengepung konvoi di perairan internasional dekat pulau Kreta, mengacaukan komunikasi, dan menyita beberapa kapal.
Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan bermaksud menembus blokade Israel serta membuka koridor kemanusiaan melalui laut.
Langkah itu terjadi beberapa jam setelah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Israel tengah bersiap mencegat armada yang terdiri dari sekitar 100 kapal yang membawa hampir 1.000 aktivis dari berbagai negara.
Israel telah memberlakukan blokade di Jalur Gaza sejak 2007 yang menyebabkan sekitar 1,5 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal dari total sekitar 2,4 juta penduduk.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Krisis air bersih melanda Gaza, warga antre untuk dapatkan pasokan
Baca juga: Dinilai berbahaya, Uni Eropa tak anjurkan bantuan ke Gaza lewat armada





