Anggota TNI di Kendari Diduga Cabuli Anak SD, Kabur Saat Pemeriksaan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Anggota TNI Angkatan Darat berinisial Sersan Satu MB diduga mencabuli anak berusia 12 tahun di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, saat diperiksa di Kodim 1417/Kendari, ia justru kabur dan hingga kini masih buron.

Kuasa hukum korban, Andri Darmawan, Kamis (30/4/2026) menuturkan, kejadian ini diketahui pada Selasa (14/4/2026). Korban yang baru kelas IV SD itu melaporkan telah dicabuli MB di kediaman terduga pelaku.

Korban memang sering datang ke tempat tersebut karena dekat dengan sekolahnya. Keduanya masih berkerabat.

Saat ditanya lebih jauh, korban mengatakan, kekerasan seksual itu sudah berlangsung sekitar satu tahun. Terduga pelaku disebutkan beberapa kali mengulangi perbuatannya.

Setelah mendengar hal itu, orang tua korban segera membawa anaknya melapor ke Kodim 1417/Kendari. Korban lalu divisum dan diketahui ada tanda kekerasan di alat vitalnya.

Baca JugaKasus Tragis Anak di Kendari, Diperkosa Kakek, Dijual Nenek

Laporan ini lalu dilanjutkan dengan pemanggilan terhadap terlapor. Sehari setelahnya, terduga pelaku datang untuk diperiksa di Kodim 1417/ Kendari. Ia lalu diinterogasi terkait laporan tersebut.

“Tapi saat pemeriksaan, (terduga) pelaku katanya minta izin makan, lalu habis itu hilang. Itu yang bikin kami kaget, kenapa bisa hilang saat diperiksa di Kodim,” tutur Andri.

Keluarga korban, ia menambahkan, mendesak pihak militer segera menangkap terduga pelaku. Sebab, orang tua, dan terutama korban, masih trauma berat dengan kejadian ini. Mengetahui terduga pelaku masih berkeliaran di luar membuat rasa trauma itu kian mendalam.

“Semoga (terduga pelaku) bisa ditangkap segera,” tambahnya.

Baca JugaPanglima TNI: Tiga Tentara Diperiksa Terkait Pembunuhan ASN di Semarang

Dalam keterangannya kepada media, Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letnan Kolonel CPM Haryadi Budaya Pela menuturkan, terlapor memang kabur saat diinterogasi di Kodim 1417/Kendari. Saat itu, terduga pelaku izin untuk makan dan tiba-tiba menghilang.

“Jadi saat dilimpahkan ke Denpom Kendari, tersangka tidak ada hanya perkaranya saja. Namun proses penyidikan tetap berjalan sesuai aturan hukum,” ucapnya.

Saat ini, tambah Haryadi, terlapor telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tim telah diturunkan untuk mencari dan menangkapnya agar bisa dilakukan penyidikan terhadap kasus yang dilaporkan.

Menurut Heryadi, pihaknya masih mendalami perkara yang dilaporkan. “Jika terbukti benar, sanksi bisa saja sampai pemecatan dari dinas militer, tapi itu nanti hakim yang memutuskan di sidang militer,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari Kolonel Danny AP Girsang belum mau berkomentar banyak terkait kejadian ini. Ia beralasan sedang tugas di Jakarta dan akan memberikan informasi esok hari.

“Besok kami sampaikan keterangan dan perkembangan terkait kejadian ini,” ucap Danny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK dalami peran Ashraff Abu sebagai komisaris perusahaan Fadia Arafiq
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenimipas Tindak 774 ASN Melanggar Disiplin, Ada yang Bolos 1 Tahun
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Tegas! KAI Semarang Tutup 41 Pelintasan Liar dari Tegal hingga Blora
• 53 menit lalurctiplus.com
thumb
Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Pinjol Ilegal Dibabat Habis, 951 Entitas Ditutup dalam 3 Bulan
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.