Jakarta, VIVA – Italia resmi menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan pekerja mengambil cuti untuk merawat hewan peliharaan yang sakit. Aturan ini menjadikan Italia sebagai negara pertama di dunia yang secara hukum mengakui bahwa merawat hewan domestik bisa menjadi alasan sah untuk absen dari pekerjaan.
”Kebijakan tersebut memungkinkan karyawan mengajukan cuti hingga tiga hari dalam setahun, dengan syarat menyertakan surat keterangan dari dokter hewan yang menjelaskan kondisi hewan peliharaan mereka,” demikian dikutip dari laporan Colombia One, Kamis, 30 April 2026.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari perkembangan konsep “keluarga multispesies”, di mana hewan peliharaan dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan rumah tangga.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Di Italia, lebih dari setengah rumah tangga diketahui memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Hal ini mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap peran hewan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai peliharaan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga.
Meski terlihat sebagai kebijakan baru, dasar hukum aturan ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Pada 2017, sebuah kasus di La Sapienza University menjadi titik awal perubahan.
Seorang karyawan mengajukan cuti untuk merawat anjingnya yang sakit dan memenangkan gugatan di pengadilan. Putusan tersebut kemudian menjadi preseden penting dalam mendorong lahirnya regulasi yang lebih luas.
Setelah melalui berbagai perdebatan, pemerintah Italia akhirnya memasukkan cuti perawatan hewan ke dalam aturan ketenagakerjaan. Dalam implementasinya, status cuti ini bisa bersifat berbayar atau tidak, tergantung pada perjanjian kerja bersama dan kebijakan masing-masing perusahaan.
Fleksibilitas ini diberikan agar pekerja tidak harus memilih antara mempertahankan pekerjaan atau merawat hewan peliharaan yang sedang membutuhkan perhatian, terutama dalam kondisi sakit yang memerlukan perawatan intensif di rumah.
Kebijakan ini langsung memicu beragam reaksi, baik di dalam negeri maupun internasional. Organisasi perlindungan hewan menyambut langkah tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap hubungan emosional antara manusia dan hewan.
Di sisi lain, kalangan bisnis mulai mempertimbangkan dampaknya terhadap produktivitas serta penyesuaian kebijakan internal perusahaan.
Di masyarakat Italia sendiri, respons yang muncul juga beragam. Sebagian menilai aturan ini sebagai bentuk kemajuan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini, namun, ada pula yang mempertanyakan batasan cuti kerja dan potensi tantangan dalam penerapannya di dunia profesional.





