jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang menelan korban jiwa sebanyak 16 orang meninggal dunia.
“Tentunya ini menjadi warning bagi kita semua,” ujar Gandung, Kamis (30/4/2026).
BACA JUGA: Gandung Pardiman DPR Dukung Terobosan Menteri Maman Soal Pengunaan Bahan Baku Lokal untuk Plastik Kebutuhan UMKM
Gandung menyoroti dampak serius kecelakaan beruntun KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terhadap sektor industri manufaktur nasional.
Peristiwa Senin (28/4) bermula di perlintasan sebidang Bulak Kapal ketika sebuah taksi tertabrak KA, memicu gangguan operasional KRL hingga berhenti di jalur.
BACA JUGA: Gandung Pardiman DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik AS-Israel vs Iran Terhadap Industri Nasional
Rangkaian kejadian berlanjut saat KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir menuju Surabaya menabrak KRL tersebut.
Gandung Pardiman mengusulkan, Audit Keselamatan Total. Pemerintah dan KAI harus evaluasi sistemik, terutama pengawasan lintasan dan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.
BACA JUGA: Gandung Pardiman DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Mengkaji Ulang Impor Mobil Niaga untuk Koperasi Desa Merah Putih
Mitigasi Rantai Pasok, Kementerian Perindustrian dan KAI Logistik perlu segera membuka posko krisis untuk mengalihkan pengiriman barang manufaktur via skema darurat.
Percepatan Infrastruktur, Perlintasan sebidang di kawasan industri harus segera diganti flyover/underpass. APBN 2026 harus memprioritaskan ini demi keamanan logistik nasional.
"Industri manufaktur adalah penopang PDB dan penyerap tenaga kerja terbesar. Satu hari jalur KA lumpuh, kerugian industri bisa triliunan. Jangan tunggu korban berikutnya baru berbenah,” ujar Gandung Pardiman, Anggota DPR RI dari Dapil D.I. Yogyakarta.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




