HARIAN FAJAR, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari panggung voli tanah air. Bintang voli kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, memutuskan untuk mundur dari skuad Timnas Voli Putri Indonesia. Keputusan besar ini diambil bertepatan dengan kabar bahwa “Megatron” telah direkrut oleh raksasa Liga Voli Korea, Hyundai E&C Hillstate, untuk mengarungi musim 2026/2027.
Langkah pengunduran diri ini telah disampaikan Megawati melalui surat resmi kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) tertanggal 27 April 2026. Keputusan ini sontak menciptakan kekosongan besar di lini serang Merah Putih menjelang kalender internasional yang padat.
Alasan Kesehatan dan Karier ProfesionalBerdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram Indonesian Volleyball, faktor kesehatan menjadi salah satu pemicu utama di balik keputusan berat ini. Megawati menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kondisi fisik yang butuh pemulihan, perjalanan karier profesionalnya di luar negeri, hingga rencana pribadinya di masa depan.
Menanggapi hal tersebut, PP PBVSI menyatakan sikap hormat terhadap keputusan sang pemain. Federasi telah menyetujui pengunduran diri tersebut dan memastikan akan tetap memberikan dukungan penuh bagi Megawati, yang selama ini telah menjadi pilar sekaligus ikon voli putri Indonesia.
Persiapan Timnas Tanpa Sang MegatronMundurnya Megawati menjadi tantangan besar bagi pelatih Marcos Sugiyama. Padahal, sebelumnya PBVSI telah memanggil 17 pemain untuk menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) guna menghadapi tiga ajang bergengsi: AVC Nation’s Cup (Filipina), SEA V League (Vietnam & Thailand), dan AVC Continental Cup (Tianjin).
Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan kedisiplinan jadwal bagi para pemain yang tersisa.
“Pemain yang dipanggil harus tiba di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul maksimal pada 4 Mei 2026,” kata Loudry, Senin (27/4).
Tanpa Megawati, beban di lini serang kini akan bertumpu pada pemain seperti Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, serta wajah baru yang mendapat kesempatan debut di timnas senior, Shindy Sasgia Dwi Yuniar.
Menuju Babak Baru di KoreaDi saat yang sama, teka-teki masa depan Megawati di Liga Voli Korea semakin benderang. Meski manajemen Hyundai E&C Hillstate belum memberikan pengumuman resmi, nama Megawati sudah “curi start” muncul dalam daftar roster pemain mereka untuk musim 2026/2027.
Berdasarkan data terbaru dari Volleybox per 30 April 2026, Megawati masuk dalam daftar tujuh pemain inti klub juara bertahan tersebut. Fenomena ini seolah mengonfirmasi bahwa Megawati tetap menjadi primadona di Negeri Ginseng dengan nilai pasar yang melonjak tajam setelah dua musim fenomenal bersama mantan klubnya, Red Sparks.
“Megawati menjadi satu-satunya pemain dalam daftar tersebut yang belum diperkenalkan secara resmi oleh pihak klub melalui kanal media sosial mereka. Bahkan nomor punggung yang akan dikenakannya belum diketahui,” tulis laporan tersebut mengutip data Volleybox.
Ketertarikan Hyundai Hillstate terhadap Megawati memang bukan rahasia lama. Sejak akhir musim 2024/2025, klub ini dikabarkan telah berupaya keras memboyongnya, bahkan sempat merencanakan skema pertukaran pemain yang cukup rumit. Kini, fokus publik tertuju pada bagaimana Megawati akan bersinar di klub barunya, meski harus meninggalkan seragam Timnas Indonesia demi pemulihan dan karier di level tertinggi Asia. (*)





