Pemilik PS5 Wajib Online Tiap 30 Hari Atau Game Hilang

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: PS5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan baru yang diduga diterapkan Sony pada konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5 menimbulkan keresahan bagi pengguna. Perusahaan disebut-sebut menambahkan sistem lisensi 30 hari pada pembelian game digital, yang mengharuskan pengguna untuk terhubung ke internet dalam periode tertentu.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Sony menerapkan skema Digital Rights Management (DRM) baru yang berpotensi membatasi akses game, khususnya bagi pengguna yang memainkan konsol secara offline atau mengalami kerusakan pada baterai internal perangkat.

Sony sendiri hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait perubahan tersebut, sehingga para pemilik PlayStation masih belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi.


Di tengah minimnya kejelasan, komunitas gamer melakukan investigasi mandiri. Hasilnya, sistem lisensi 30 hari tersebut diduga hanya bersifat sementara dan akan berubah menjadi lisensi permanen setelah 14 hari sejak pembelian.

Pilihan Redaksi
  • Manusia Sudah Digantikan, Buktinya Muncul di China dan Jepang
  • Harga PS5 Naik di Indonesia Mulai 1 Mei 2026, Jadi Segini

Artinya, setelah melewati masa 14 hari, yang juga merupakan periode pengembalian dana digital, konsol perlu terhubung ke internet untuk memverifikasi pembelian. Jika verifikasi berhasil, batasan 30 hari akan dihapus. Namun jika gagal, akses game hanya bertahan hingga batas waktu tersebut sebelum akhirnya diblokir.

Temuan ini diperkuat oleh berbagai pengujian komunitas, termasuk pengguna forum Resetera. Mereka menilai kebijakan ini merupakan langkah Sony untuk menutup celah eksploitasi, di mana pengguna konsol yang telah diretas bisa mengajukan refund tetapi tetap memainkan game yang sudah dibeli.

Meski begitu, kekhawatiran soal akses permanen ternyata mulai mereda. Sejumlah pengujian menunjukkan bahwa game yang telah melewati 14 hari tetap bisa dimainkan secara offline, bahkan tanpa dukungan baterai internal konsol.

Namun demikian, ketidakjelasan dari Sony dinilai menjadi akar masalah. Komunitas gamer menilai sikap diam perusahaan justru memperkeruh situasi dan memicu spekulasi liar.

"Membahas DRM PlayStation yang baru ini mulai melelahkan. Sebagian orang menganggap ini kiamat, sebagian lain menjadikannya perang konsol, dan ada juga yang membela tanpa alasan. Semua ini terjadi karena Sony bungkam," tulis sumber komunitas gim Does it play?.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini Bagi Ribuan Karyawan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KNEKS Tekankan Resiliensi Bank Syariah di Tengah Ketidakpastian Global
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
MK Kabulkan Sebagian Permohonan Uji Syarat Calon Pimpinan KPK
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung KIPP 1B di IKN
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kondisi Finansial Zodiak, 1 Mei 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Menko PM Serahkan Santunan kepada Korban Kecelakaan Kereta Api
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.