FAJAR, MAKASSAR — Bagi Anda yang tidak bisa memulai hari tanpa secangkir kopi, ada kabar baik yang datang langsung dari meja penelitian. Bukan sekadar pengusir kantuk, kopi ternyata menyimpan rahasia untuk umur yang lebih panjang.
Sebuah studi berskala besar yang dilakukan oleh Tufts University mengungkapkan bahwa konsumsi kopi rutin setiap hari berkaitan erat dengan penurunan risiko kematian dini, terutama yang disebabkan oleh penyakit jantung.
Namun, tunggu dulu. Sebelum Anda memesan segelas coffee latte dengan extra syrup, ada “catatan kaki” penting yang perlu Anda ketahui agar manfaatnya tidak hilang sia-sia.
Kopi Hitam: Sang “Ramuan” Panjang Umur
Melansir sciencedaily, penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition ini menganalisis data lebih dari 46.000 orang dewasa. Hasilnya cukup mengejutkan. Orang yang meminum 1 hingga 3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko kematian 14% hingga 17% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.
Fang Fang Zhang, profesor di Friedman School sekaligus penulis senior studi ini, menyebutkan bahwa kopi mengandung senyawa bioaktif yang sangat baik bagi tubuh. “Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Penting bagi kita untuk mengetahui dampaknya bagi kesehatan,” ujarnya.
Musuh Tersembunyi: Gula dan Krim
Sayangnya, manfaat “ajaib” kopi ini bisa hangus seketika jika Anda terlalu banyak mencampurkan bahan tambahan. Studi tersebut menyoroti bahwa penambahan gula berlebih dan lemak jenuh (seperti krimer atau susu tinggi lemak) dapat menghilangkan efek perlindungan kopi terhadap jantung.
Agar tetap sehat, para peneliti memberikan takaran “aman” untuk tambahan dalam 240ml (satu cangkir) kopi Anda:
- Gula: Maksimal setengah sendok teh saja.
- Lemak Jenuh: Maksimal setara dengan 1 sendok makan krimer atau 5 sendok makan susu rendah lemak (2%).
Jika takarannya melebihi itu, manfaat penurunan risiko kematian yang seharusnya Anda dapatkan justru bisa hilang.
Berapa Gelas yang Ideal? Studi ini menemukan bahwa titik optimal berada pada angka 2 sampai 3 cangkir per hari dengan penurunan risiko kematian hingga 17%. Menariknya, minum lebih dari 3 gelas tidak memberikan manfaat tambahan, bahkan bisa melemahkan efek perlindungan terhadap jantung.
Bagi Anda pecinta kopi decaf (tanpa kafein), penelitian ini belum menemukan kaitan kuat terhadap penurunan risiko kematian karena jumlah responden pengguna decaf yang masih sedikit.
Kesimpulan untuk Anda Kopi memang bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang, asalkan dinikmati dengan cara yang tepat. Cara terbaik adalah meminumnya dalam bentuk kopi hitam (black coffee) atau dengan tambahan gula dan krimer yang sangat minimal.
Jadi, sudahkah Anda minum kopi sehat hari ini? (*Nin)





