Hilirisasi Tembaga dan Emas di KEK Gresik-JIIPE Perkuat Integrasi Industri

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menyusul peresmian groundbreaking proyek hilirisasi tahap II secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terus diperkuat melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Salah satu proyek yang termasuk dalam rangkaian tersebut adalah pengembangan hilirisasi yang dikembangkan oleh MIND ID dan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, tepatnya di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.

Peresmian tahap lanjutan ini merupakan kelanjutan dari program hilirisasi nasional yang sebelumnya dimulai pada Februari 2026. Pemerintah sendiri menempatkan hilirisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah juga mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai platform pengembangan industri berbasis nilai tambah. Dalam konteks ini, KEK Gresik-Jiipe menjadi salah satu kawasan strategis yang berperan dalam mendukung implementasi hilirisasi melalui pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi.

Dalam implementasinya, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik mencerminkan pembentukan rantai industri yang semakin terhubung dari hulu hingga hilir. Proses ini mencakup pengolahan tembaga yang menghasilkan produk utama serta produk turunan berupa lumpur anoda yang mengandung logam mulia seperti emas dan perak. Lumpur anoda tersebut kemudian menjadi bahan baku dalam proses pemurnian logam mulia di dalam negeri, sehingga menghasilkan emas murni melalui fasilitas pemurnian domestik.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman menyampaikan pengembangan hilirisasi ini merupakan bagian dari rangkaian proyek strategis nasional.

"Ini adalah momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional bahwa Indonesia memilih untuk berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat," ucap Tedy seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
  Baca juga: Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun Berpotensi Ubah Struktur Industri Nasional

(Pengembangan hilirisasi di KEK Gresik, JIIPE. Foto: dok Istimewa)
  Tingkatkan nilai tambah
Tedy menambahkan hilirisasi tidak hanya berfokus pada ekspor sumber daya, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan yang terintegrasi. Keberhasilan hilirisasi ini tidak hanya ditentukan oleh fasilitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur yang mendukung kelancaran operasional industri.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur logistik di dalam kawasan juga dilakukan untuk memastikan arus barang dari area produksi ke pelabuhan berjalan tanpa hambatan. Salah satunya melalui pembangunan jalur dengan lebar right of way (ROW) hingga 80 meter yang menghubungkan langsung fasilitas industri dengan pelabuhan laut dalam Jiipe dalam jarak sekitar lima kilometer, sehingga proses distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Integrasi antara akses jalan nasional dan jalur logistik internal tersebut menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, membantu menekan biaya logistik, serta mendukung operasional industri hilir secara berkelanjutan.

Pengembangan infrastruktur kawasan tersebut dilakukan oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik, sebagai bagian dari upaya mendukung integrasi industri dan logistik dalam satu ekosistem.

Selain meningkatkan nilai tambah industri, pengembangan hilirisasi ini juga memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja melalui aktivitas industri, logistik, dan sektor pendukung lainnya, yang berdampak pada penguatan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

Presiden Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono menyampaikan pengembangan kawasan dilakukan selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan efisiensi.

"Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi serta peningkatan efisiensi logistik dan konektivitas," kata Bambang.

Dengan terbentuknya rantai industri yang semakin terintegrasi serta didukung oleh infrastruktur yang memadai, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Solar Tak Lagi Jauh, Harapan Baru Nelayan di Ujung Barat Indonesia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Harga dan Cara Pesan Hewan Kurban di BAZNAS: Sapi, Kambing, dan Domba
• 6 jam laludisway.id
thumb
Rapat Paripurna, Sejumlah Legislator DKI Minta Sekolah Gratis Ditambah
• 3 jam laludetik.com
thumb
IHSG Dibuka Koreksi 0,87% menjadi 7.039, Saham DSSA, BYAN hingga BBCA Membebani
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
[FULL] Analisis Guru Besar UI dan Peneliti soal Trump Klaim Iran Runtuh | SAPA MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.