Wamensos Apresiasi Inisiatif Kudus dan Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengapresiasi sikap pro aktif Pemkab Garut dan Kudus mendorong percepatan pembangunan sekolah rakyat di daerah masing-masing.

Dukungan dari pemerintah daerah menjadi salah satu kunci utama kesuksesan program prioritas Presiden tersebut.

BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Buka Pelatihan Guru Sekolah Rakyat 2026, Fokus Pembelajaran Adaptif dan Profesional

“Saya senang karena Kudus dan Garut berinisiatif mempercepat program Sekolah Rakyat. Ini bagian dari upaya memutus transmisi kemiskinan,” ujar Agus Jabo dalam audiensi dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut dan Perwakilan DPRD Kudus di Kantor Kementerian Sosial, Rabu, 29 April 2026. 

Selain percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen, audiensi juga membahas penguatan kesiapsiagaan bencana melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB) di kedua daerah tersebut.

Dalam audiensi, Perwakilan DPRD Kudus Valerie menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 6.000 Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kudus.

BACA JUGA:Setahun Sekolah Rakyat 166 Titik 15 Ribu Harapan, Gus Ipul: Ini Gerakan Memutus Kemiskinan

“Data di lapangan menunjukkan masih banyak anak tidak sekolah akibat berbagai persoalan. Ini perlu jadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kendala utama pembangunan Sekolah Rakyat di Kudus adalah keterbatasan lahan.

Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari desil 1 dan 2 DTSEN sebagai bagian dari strategi penghapusan kemiskinan ekstrem menuju 0 persen pada 2026.

“Sekolah Rakyat harus unggul, dengan fasilitas lengkap seperti asrama, ruang kelas, dapur, perpustakaan, hingga tempat ibadah,” jelasnya.

BACA JUGA:Kemen PU: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Capai 38 Persen, Rampung Juni 2026!

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen membutuhkan lahan minimal 6,8 hektar milik pemerintah dan memenuhi syarat teknis, seperti tidak berada di kawasan rawan bencana dan memiliki kontur lahan yang sesuai.

Selain pendidikan, Kudus juga menghadapi tantangan bencana seperti banjir dan longsor. Kondisi ini mendorong usulan penguatan program KSB untuk mendukung bufferstock dan dapur umum di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda menyampaikan pihaknya telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan dengan 75 siswa dalam 4 rombongan belajar. Namun, Garut masih menghadapi kendala lahan untuk pembangunan sekolah permanen.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi Persib Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC Terganggu, Bojan Hodak Kehilangan Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea Lawan Bhayangkara FC
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Mantan Istri Artis Andre Taulany Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan ART
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Calon Hakim Laut Dunia dari RI Wafat, Kemlu RI Akan Lakukan Evaluasi
• 3 jam lalukompas.com
thumb
MK Kabulkan Sebagian Permohonan Pengujian Syarat Calon Pimpinan KPK
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Intip Harga Pangan Hari Ini, Bawang Merah hingga Cabai Kompak Naik
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.