FAJAR, TORAJA — Ancaman pembungkaman kerja-kerja jurnalis yang dirasakan oleh wartawan berinisial AP di Toraja Utara, menemui titik terang.
Dimana sebelumnya, Kepala Desa (Lembang) Saloso, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Andung Tiku Sulis Gorri (Papa Dea), melakukan pengancaman akan membunuh AP.
AP sebelumnya memberitakan mengenai tambang galian C ilegal milik kepala desa tersebut.
Materialnya dijual keluar, dan juga alat berat yang ada di wilayah Saloso itu juga miliknya. Yang dia akui kepada Harian Fajar beberapa waktu lalu dalam pemberitaan.
Pertemuan kedua belah pihak digelar di Cafe Depot 99 (Lemo), Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulsel, pada Kamis sore, 30 April.
AP didampingi oleh kedua kuasa hukumnya yaitu, Yulius Dakka SH dan Sattu Masiku SH.
Dalam penjelasannya, Kepala Desa Saloso, Andung Tiku Sulis Gorri, mengatakan dari hati tulusnya ia meminta maaf kepada AP di mana ia telah melakukan pengancaman dan tindakan menghalangi kerja-kerja jurnalistik.
“Jadi dari hati pribadi, saya meminta maaf setulusnya kepada AP terlebih kepada seluruh insan pers yang di mana saya melakukan kesalahan yang fatal dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya berjanji akan memenuhi seluruh poin kesepakatan, yang sebelumnya telah ia berjanji penuhi di Polres Tana Toraja. Termasuk untuk tidak mengancam kerja jurnalis termasuk perbuatan hukum lainnya.
“Jadi benar ada beberapa poin tadi yang saya berjanji sanggupi, termasuk tidak lagi menghalangi kerja jurnalis dan jika ada perbuatan hukum lainnya maka ada proses yang siap saya jalani dalam kata lain perbuatan serupa atau perbuatan lain yang melanggar hukum,” tuturnya.
Salah satu Kuasa Hukum AP, menambahkan bahwa hal ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang menggangu kerja jurnalistik.
“Jadi ini kita cari jalan baiknya saja, apalagi klien kami juga setuju dengan permintaan maaf kepala desa tersebut, intinya siapapun yang menghalangi kerja jurnalis yang dikerjakan sesuai prosedur tentu akan berhadapan dengan hukum, siapapun itu,” tutupnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan jabat tangan dan foto bersama, tanda permintaan maaf kepala desa diterima. (edy)
Edy





