BEKASI, DISWAY.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendapatkan respons PT Kereta Api Indonesia (Persero) usai pernyataannya mengenai pemindahan gerbong wanita kebagian tengah Commuter Line.
Masukan tersebut disampaikan Arifah buntut tabrakan antara Commuter Line dengan kereta api jarak jauh argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam WIB.
Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa permintaan yang diajukan oleh Menteri PPPA bukan semerta tanpa adanya pertimbangan.
BACA JUGA:Setujukah? Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi
Malah, kata Bobby, pihaknya memang sudah mempertimbangkan sejumlah aspek untuk memindahkan gerbong perempuan.
Langkah tersebut diambil Bobby supaya mengantisipasi terjadinya sexual harrasment (Pelecehan) jika digabungkan dengan gerbong laki-laki.
"Kami ingin memberikan kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga," jelas Bobby di stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.
BACA JUGA:UU PRT Disahkan, Menteri PPPA: Tak Ada Lagi Istilah Pembantu dan Majikan
Dengan adanya pernyataan tersebut membuat Bobby menekankan bahwa pihaknya tak membedakan tingkat keselamatan berdasarkan gender di dalam Commuter Line.
"Seperti yang saya akan sampaikan mengenai gerbong perempuan, kami tidak membedakan dari tingkat keselamatan antara gender perempuan dan gender laki-laki," tekan Bobby.
BACA JUGA:Tinjau Stasiun Gambir Jelang Mudik, Menteri PPPA Arifah Soroti Ruang Laktasi dan Area Bermain Anak
Sebab sebelumnya, Arifah sempat melontarkan pernyataan itu ketika diwawancara sejumlah jurnalis saat mendatangi RSUD Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Selasa 28 April 2026.
Kala itu, Arifah mendatangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk para korban kecelakaan kereta di lokasi kejadian stasiun Bekasi Timur, yang sebelumnya terjadi Senin, 27 April 2026 malam.
"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.





