Kendari (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin sinergi dengan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk meningkatkan literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia bagi mahasiswa di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin di Kendari, Kamis, mengatakan kolaborasi ini langkah strategis membekali generasi muda agar memiliki standar kemahiran berbahasa yang mumpuni melalui program pendampingan dan standarisasi kompetensi.
"Badan Bahasa dengan Universitas Halu Oleo sudah memiliki perjanjian kerja sama (PKS). Salah satu lingkupnya adalah peningkatan literasi, kemahiran berbahasa Indonesia, serta peningkatan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa," katanya setelah memberikan kuliah umum di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO Kendari.
Dia menyebut kesempatan memberikan kuliah umum untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO tersebut, sebagai luar biasa dalam rangka memberikan penguatan bagi generasi muda.
"Karena kita ketahui bersama bahwa penggunaan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda sudah mulai luntur. Banyak mereka menggunakan bahasa-bahasa gaul, bahasa-bahasa slang, bahasa prokem, di aktivitas formal," ujarnya.
Baca juga: Badan Bahasa ajak masyarakat lestarikan bahasa daerah
Ia meminta seluruh mahasiswa menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, terutama pada aktivitas-aktivitas formal.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin swafoto bersama mahasiswa FKIP UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO kini diwajibkan memiliki sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dengan predikat minimal "Unggul".
"Sertifikat ini nantinya akan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia," katanya.
Dosen FKIP UHO Irianto Ibrahim mengungkapkan kehadiran pimpinan tertinggi Badan Bahasa tersebut memberikan motivasi besar bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya literasi dan kemahiran berbahasa.
Ia menyampaikan tingginya minat mahasiswa terlihat dari jumlah peserta yang membeludak saat sesi kuliah umum.
Meski kapasitas ruangan dibatasi 200 orang untuk angkatan 2024 dan 2025, mahasiswa tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.
"Ini momen yang luar biasa bagi kami. Mahasiswa sangat antusias karena mereka menyadari pentingnya penguatan bahasa dan sastra dalam menunjang karir dan peran mereka sebagai duta bahasa di masa depan," demikian Irianto Ibrahim.
Baca juga: Badan Bahasa dan Pemkot Kendari kolaborasi tingkatkan budaya literasi
Baca juga: Kemendikdasmen gandeng kampus-pemda perkuat literasi bahasa di Aceh
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin di Kendari, Kamis, mengatakan kolaborasi ini langkah strategis membekali generasi muda agar memiliki standar kemahiran berbahasa yang mumpuni melalui program pendampingan dan standarisasi kompetensi.
"Badan Bahasa dengan Universitas Halu Oleo sudah memiliki perjanjian kerja sama (PKS). Salah satu lingkupnya adalah peningkatan literasi, kemahiran berbahasa Indonesia, serta peningkatan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa," katanya setelah memberikan kuliah umum di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO Kendari.
Dia menyebut kesempatan memberikan kuliah umum untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO tersebut, sebagai luar biasa dalam rangka memberikan penguatan bagi generasi muda.
"Karena kita ketahui bersama bahwa penggunaan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda sudah mulai luntur. Banyak mereka menggunakan bahasa-bahasa gaul, bahasa-bahasa slang, bahasa prokem, di aktivitas formal," ujarnya.
Baca juga: Badan Bahasa ajak masyarakat lestarikan bahasa daerah
Ia meminta seluruh mahasiswa menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, terutama pada aktivitas-aktivitas formal.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin swafoto bersama mahasiswa FKIP UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO kini diwajibkan memiliki sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dengan predikat minimal "Unggul".
"Sertifikat ini nantinya akan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia," katanya.
Dosen FKIP UHO Irianto Ibrahim mengungkapkan kehadiran pimpinan tertinggi Badan Bahasa tersebut memberikan motivasi besar bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya literasi dan kemahiran berbahasa.
Ia menyampaikan tingginya minat mahasiswa terlihat dari jumlah peserta yang membeludak saat sesi kuliah umum.
Meski kapasitas ruangan dibatasi 200 orang untuk angkatan 2024 dan 2025, mahasiswa tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.
"Ini momen yang luar biasa bagi kami. Mahasiswa sangat antusias karena mereka menyadari pentingnya penguatan bahasa dan sastra dalam menunjang karir dan peran mereka sebagai duta bahasa di masa depan," demikian Irianto Ibrahim.
Baca juga: Badan Bahasa dan Pemkot Kendari kolaborasi tingkatkan budaya literasi
Baca juga: Kemendikdasmen gandeng kampus-pemda perkuat literasi bahasa di Aceh





