EtIndonesia. Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Selasa (28 April) mendakwa mantan penasihat senior ahli penyakit menular Anthony Fauci, yaitu David M. Morens, atas sejumlah tuduhan, termasuk diduga menyembunyikan catatan federal selama penyelidikan asal-usul COVID-19.
Morens menjabat sebagai penasihat senior Fauci dari tahun 2006 hingga 2022. Fauci sendiri lama memimpin Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) serta pernah menjabat sebagai penasihat medis utama pada masa pemerintahan Biden.
Departemen Kehakiman AS pada Selasa (28 April) menuduh Morens yang kini berusia 78 tahun atas berbagai pelanggaran, termasuk konspirasi melawan kepentingan Amerika Serikat, pemalsuan atau penghancuran catatan terkait penyelidikan federal, penyembunyian dokumen, serta membantu orang lain melakukan pelanggaran hukum. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman penjara hingga puluhan tahun.
Surat dakwaan menyebutkan bahwa Morens pernah terlibat dalam kebijakan dan rekomendasi penelitian terkait pandemi COVID-19.
Setelah National Institutes of Health (NIH) menghentikan pendanaan untuk suatu penelitian “virus corona kelelawar”, ia dan pihak lain diduga memperoleh kembali pendanaan melalui lembaga yang dipimpin Fauci, dan sebagian dana tersebut dialihkan ke Institut Virologi Wuhan di Tiongkok.
Selain itu, Morens juga diduga sengaja menggunakan akun Gmail pribadi untuk berkomunikasi guna menyembunyikan isi terkait.
Pejabat Jaksa Agung, Todd Blanche, menyatakan bahwa tindakan tersebut terjadi pada masa paling krusial selama pandemi dan secara serius merusak kepercayaan publik Amerika terhadap pemerintah.
Laporan oleh Liu Jiajia, NTD, Amerika Serikat.





