Doktor ITS Ciptakan Model Rantai Pasok Halal Berbasis Blockchain & IoT: Tingkatkan Ketersediaan Pangan 5%, Kurangi Food Waste 3%

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, 28 April 2026 – Inovasi terbaru kembali lahir dari Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dr Miftakhurrizal Kurniawan ST MT, doktor lulusan ITS, berhasil mengembangkan model ketelusuran rantai pasok halal dan keamanan pangan dengan mengintegrasikan teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT).

Penelitian ini menjawab keterbatasan sistem ketelusuran pangan konvensional yang dinilai masih lemah dalam efisiensi dan akurasi data. Menurut Miftakh, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan serta menurunkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang beredar.

Blockchain + IoT: Data Aman, Real-Time, Tak Bisa Dimanipulasi

Miftakh menjelaskan bahwa ketelusuran merupakan elemen penting dalam menjamin kehalalan dan keamanan produk pangan dari hulu ke hilir. Sistem yang baik memungkinkan pelaku industri melacak asal produk dan mengidentifikasi potensi risiko secara cepat dan tepat.

Oleh karena itu, ia mengintegrasikan dua teknologi canggih. Blockchain berperan sebagai sistem penyimpanan data yang aman, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi. Sementara IoT memungkinkan pengumpulan data secara real-time melalui sensor di sepanjang rantai pasok.

Pendekatan Sistem Dinamik: Simulasi yang Representatif

Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik untuk memodelkan kompleksitas interaksi dalam rantai pasok pangan. “Pendekatan ini mampu menggambarkan hubungan antarvariabel secara menyeluruh dan dinamis, sehingga dapat menghasilkan simulasi yang lebih representatif,” ujar dosen Teknik Industri Universitas Brawijaya tersebut.

Hasil Nyata: Ketersediaan Pangan Naik, Food Waste Turun

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model berbasis blockchain dan IoT memberikan dampak positif yang signifikan:

Selain itu, skenario peningkatan kapasitas penyimpanan petani terbukti memberikan dampak paling signifikan terhadap efisiensi sistem secara keseluruhan.

Bangun Kepercayaan Konsumen pada Produk Halal & Aman

Miftakh menegaskan bahwa model ketelusuran ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat transparansi rantai pasok pangan. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap produk halal dan aman di tengah maraknya isu keamanan pangan.

Harapan: Implementasi Luas di Industri Pangan Indonesia

Peneliti kelahiran Surabaya ini berharap model yang dikembangkannya dapat diimplementasikan secara luas dalam industri pangan di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya poin ke-2 tentang Ketahanan Pangan serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Dengan adanya terobosan ini, masa depan rantai pasok halal Indonesia semakin cerah, transparan, dan siap bersaing di era digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dunia Desak Israel Buka Akses Jurnalis ke Gaza
• 39 menit lalutvrinews.com
thumb
Longsor Putus Akses Jalan dan Rusak Saluran Air Bersih Warga di Merangin
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Kompany Santai Usai Bayern PSG
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Mudah Mahasiswa Dapat Loker, 176 Ribu Peserta Gabung Program Ini
• 22 jam laludisway.id
thumb
Dinyatakan Bersalah, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Terkait Kasus Korupsi Chromebook
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.