Grant Riset BPDP 2026 Dibuka, Hilirisasi Sawit, Kakao, dan Kelapa Jadi Prioritas

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi membuka pendaftaran proposal untuk program Grant Riset 2026 melalui kegiatan webinar panduan pendaftaran pada 30 April 2026.

Program ini menandai babak baru bagi BPDP seiring dengan perluasan mandat lembaga yang kini tidak hanya mengelola dana kelapa sawit, tetapi juga mencakup komoditas kakao dan kelapa guna memperkuat kedaulatan perkebunan nasional melalui inovasi teknologi.

BACA JUGA: Menjawab Tantangan Traceability Sawit, Pakar Dorong Peran Strategis BPDP

"Tahun ini membawa semangat inklusivitas tanpa batasan kuota kaku untuk masing-masing komoditas," kata Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah, Kamis (30/4).

BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi sawit, kakao, dan kelapa, dengan catatan hasil riset harus memiliki dampak maksimal menuju komersialisasi. Keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana hasil penelitian dapat meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global dan memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan petani.

BACA JUGA: BPDP BLU Kementerian Keuangan dan LPM RI Gelar Dialog Penguatan UMKM Berbasis Sawit

Kriteria penilaian proposal tahun ini fokus pada kualitas luaran yang inovatif dan memiliki daya guna tinggi.

Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP Tony Liwang, menekankan bahwa riset yang diajukan harus bersifat replikabel agar dapat segera diserap oleh industri maupun Usaha Kecil Menengah (UKM) di berbagai wilayah. 

BACA JUGA: BPDP Danai 400 Riset Sawit, PASPI Dorong Hasil Publikasi Jadi Solusi Nyata di Industri

"Peneliti diharapkan memperhatikan aspek relevansi yang kuat, dampak luas, serta nilai ekonomi yang tinggi agar dana riset tersalurkan secara tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP Rahmat Widiana, turut memberikan motivasi kepada para akademisi dan praktisi riset di seluruh Indonesia untuk tetap optimis dalam mempertajam fokus penelitian mereka.

BPDP berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses seleksi guna melahirkan inovasi unggulan yang mampu membawa sektor perkebunan menjadi pilar utama ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

Para peneliti yang berminat dapat mendaftarkan proposal penelitian secara daring melalui portal resmi bpdp paling lambat tanggal 30 Juni 2026.

Proposal inti disusun secara sistematis dengan batas maksimal 20 halaman dan harus mengacu pada peta jalan (roadmap) penelitian yang telah ditetapkan oleh BPDP. (esy/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masalah Laten Tumpulnya Lini Depan AC Milan: Hanya Cetak 5 Gol, Produktivitas Rossoneri Setara Parma
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Akademisi: Tak ada hak lintas damai otomatis pesawat militer asing 
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Makkah dan Madinah, Bisa Capai 36 Derajat Celcius Hari Ini (30/4)
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Merasa Difitnah Aniaya ART, Erin Mantan Istri Andre Taulany Resmi Laporkan Akun Thread
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Borneo FC Kudeta Persib Bandung dari Puncak Klasemen, Bojan Hodak Pertanyakan Penalti Pesut Etam Saat Melawan Persik Kediri
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.