Tim putri Ubaya membuka pesta kemenangan dengan menghancurkan Universitas Ciputra Makassar (UCM) lewat skor mencolok 95-28. Tak lama berselang, tim putra melengkapi kejayaan dengan menaklukkan Universitas Cendrawasih (Uncen) 84-48.
Ubaya Putri Menggila, UCM Tak Berdaya
Sejak awal laga, tim putri Ubaya tampil agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Meski UCM sempat memberi perlawanan di kuarter pertama, Ubaya dengan cepat menemukan ritme lewat transisi cepat dan pertahanan disiplin.
Memasuki kuarter kedua, jarak poin melebar drastis. Efektivitas serangan Ubaya lewat fastbreak dan second chance membuat mereka menutup babak pertama dengan keunggulan telak 44-14.
Usai jeda, dominasi semakin tak terbendung. Rotasi pemain tetap menjaga intensitas permainan, bahkan UCM hanya mampu mencetak 4 poin di kuarter ketiga. Hingga kuarter akhir, Ubaya tetap konsisten dan memastikan kemenangan besar 95-28.
Meski menang telak, pelatih Wellyanto Pribadi menilai performa timnya masih bisa ditingkatkan. Ia menyoroti efektivitas penyelesaian akhir yang belum maksimal sebagai bahan evaluasi menuju fase The National.
“Kami memang menang, tapi dari segi efektivitas masih belum sesuai harapan. Ini akan jadi fokus evaluasi kami,” ujarnya.
Shooting guard Ubaya, Evelyn Fiyo, juga menegaskan bahwa target tim belum selesai. Ia meminta tim tetap fokus menghadapi tantangan lebih berat di level nasional.
“Di babak nasional nanti, kami harus lebih siap. Lawan pasti lebih kuat, jadi kami perlu meningkatkan kualitas permainan,” kata Fiyo.
Tim Putra Ubaya Redam Perlawanan Uncen
Keberhasilan tim putri disempurnakan oleh tim putra Ubaya yang tampil solid menghadapi Uncen. Meski sempat mendapat tekanan di awal laga, Ubaya mampu menjaga keunggulan dengan permainan yang lebih rapi dan efektif.
Ubaya menutup babak pertama dengan skor 45-27, sebelum semakin dominan di paruh kedua. Serangan yang presisi dan kontrol permainan yang matang membuat jarak poin terus melebar hingga akhirnya menang 84-48.
Bintang Ubaya, Bobby Geraldo Alanda, mengakui timnya sempat kesulitan di awal pertandingan, namun mampu bangkit berkat arahan pelatih.
“Kami sempat tertekan di awal, tapi bisa bangkit di kuarter berikutnya dan mengontrol permainan,” ujarnya.
Siap Tantang Nasional, Target Juara Berlanjut
Dengan hasil ini, tim putra dan putri Ubaya memastikan tiket ke babak The National Campus League Basketball yang akan digelar di Jakarta pada 6-13 Juni 2026. Mereka akan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai regional seperti Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.
Keberhasilan ini juga mempertegas ambisi Ubaya untuk tidak sekadar berprestasi di tingkat regional, tetapi juga bersaing memperebutkan gelar juara nasional.
Campus League Picu Kebangkitan Basket Kampus
Di luar hasil pertandingan, Campus League Basketball 2026 juga dinilai berhasil menghidupkan kembali ekosistem basket kampus di Surabaya. Kompetisi ini diikuti 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi, menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut ajang ini sebagai momentum kebangkitan basket kampus yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin kompetisi ini menjadi pemicu berkembangnya ekosistem basket kampus, tidak hanya di Surabaya tapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pihak tuan rumah Unesa yang mengapresiasi terselenggaranya ajang ini sebagai wadah pembinaan dan pengembangan karakter mahasiswa melalui olahraga.
Dengan atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas yang tinggi, Campus League Basketball 2026 bukan sekadar turnamen, tetapi juga panggung lahirnya talenta-talenta masa depan basket Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




