Menjelajah kuliner hingga wisata belanja di "Beijing Road", Guangzou

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Mata sekejap takjub dengan ramainya orang lalu lalang di kawasan yang dikenal Beijing Road atau Beijing Lu, kawasan pejalan kaki yang dipenuhi pusat perbelanjaan, di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong.

Kawasan itu menghadirkan beragam daya tarik untuk belanja, mulai dari pusat perbelanjaan atau mall, kuliner, hingga wisata sejarah yang memanjakan mata.

ANTARA berkesempatan menelusuri kuliner di sekitar kawasan tersebut yang begitu ramai bahkan hingga malam tiba.

Makanan ala Vietnam menjadi pembuka perjalanan di Guangzhou. Didirikan pada 2005 restoran Tiger Prawn menjadi salah satu tempat makan yang populer dan digemari warga sekitar.



Pengunjung memadati kawasan komersial Beijing Road, Gaungzhou. ANTARA/Sinta Ambar Kuliner Beijing Road

Menyajikan bahkan yang segar, restoran yang masih berada di dekat kawasan Beijing Road ini menyajikan kuliner yang menarik dan masih cocok di lidah Indonesia.

Menu yang disajikan pun beragam yakni seperti omelet garing dengan tiram, bawang merah yang renyah layaknya bakwan ala Indonesia namun berbentuk bulat tipis serta menu lain yakni tumis sayur pucuk ubi.

Sementara menu utama yakni ayam goreng, kari makanan laut, udang kuah asam yang kental, ayam goreng saus asam manis siap memanjakan lidah dengan rempah yang terasa kuat. Restoran ini menghadirkan suasana yang nyaman dan terasa seperti rumah ala Vietnam.



Penjual buah potong segar dan jus buah di kawasan Beijing Road, Gaungzhou. ANTARA/Sinta Ambar Usai bersantap siang, rasanya tak lengkap bila belum menyantap hidangan manis nan menyegarkan. Tak jauh dari lokasi makan siang, terdapat anjungan yang cukup menggugah dan menarik yakni buah potong yang menawarkan ragam jenis buah; kiwi, persik, mangga, jambu, aneka buah beri, ceri, nangka, melon, semangka, jeruk, tomat hingga buah pir hingga buah naga.

Tak hanya itu, terdapat kudapan manis yang cukup populer di sana, yakni Tuan Bao yang menjual pie, kemudian semacam kue sus yang dibalut dengan abon dengan beragam rasa vla isian kue tersebut.

Terdapat salah satu kedai kopi yang menjadi jagoan lokal serta memiliki jaringan terbesar di China yakni Luckin Coffee, sekilas memang seperti kedai kopi pada umumnya yang menyajikan beragam kopi.

Sempat menjajal kopi susu di kedai ini. Minuman ini memang memiliki perbedaan yakni aroma panggang dari biji kopi menyeruak dari cup kopi, ditambah rasa susu yang gurih mampu meningkatkan perasaan baik yang dibanderol sekitar 16 yuan atau sekitar Rp40.000.

Kemudian untuk matcha latte, terasa ringan dan menenangkan serta tidak begitu kental seperti matcha pada umumnya di Indonesia. Bagi pecinta matcha, rasanya patut menjajalnya.

Hari berlanjut, kuliner lain yang sempat dijajal adalah dimsum di restoran Dim Dou Duk yang berdiri sejak 1933. Menghadirkan nuansa oriental yang sangat terasa, restoran ini seperti memberikan rasa layaknya makan di rumah bersama keluarga.



Dimsum bola sapi di salah satu restoran dimsum, Guangzhou. ANTARA/Sinta Ambar Di restoran ini, ANTARA berkesempatan menjajal dimsum bola-bola sapi yang dicincang bersama daun ketumbar yang wangi dan dikukus, rasa gurih dan daging pun menyapa dan memberikan kesan rasa daging yang intens.

Kemudian ceker ayam kukus yang gurih yang kerap ditemui di restoran dimsum juga menarik mata, rasa gurih serta kenyal memanjakan lidah.

Uniknya, di sini juga menyajikan burung goreng, meski sedikit keras namun cita rasa daging burung menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan.

Sementara untuk asupan karbohidrat, disajikan mie goreng dan kwetiau goreng yang wangi asap alias smokey. Namun untuk rasanya memang sedikit hambar bila dibandingkan dengan mie atau kwetiau goreng yang ada di Indonesia.

Wisata kuliner kembali berlanjut ke salah satu restoran dengan bintang Michelin yakni Da Ge Fan, restoran ini spesialisasinya adalah masakan khas kanton dan serta burung dara.

Untuk kudapan bebek peking, disajikan dengan lembaran kulit yang masih hangat serta pelengkap seperti timun yang segar ditambah racikan saus hoisin yang menambah wangi dan rasa yang lebih pekat.

Secara umum selama tiga hari di Guangzhou, rasa masakan di kota ini masih bisa diterima lidah Indonesia karena aroma dan rasanya yang masih terhitung cukup pekat alias medok.



Pengunjung memadati komersial dan pusat belanja Beijing Road, Guangzhou. ANTARA/ (Sinta Ambar) Beijing Road menjadi surganya belanja, sebab banyak penjaja pakaian dewasa, anak hingga mainan yang menjadi pilihan untuk oleh-oleh buat keluarga.

Bila beruntung, pengunjung bisa belanja dengan nominal yang lebih hemat di salah satu toko pakaian wanita. Pasalnya, banyak toko pakaian wanita yang menawarkan diskon yang cukup menggiurkan namun produk yang ditawarkan cukup bagus.

Tak hanya pakaian, juga terdapat toko oleh-oleh dan suvenir yang menarik mulai dari 5 yuan atau sekitar Rp12.500, misalnya magnet tempelan kulkas.

Salah satu yang menarik perhatian adalah toko yang menjual teh dengan campuran menarik yakni teh oolong dengan persik, teh osmantus, teh jasmine dengan campuran kulit jeruk dan lainnya.

Pastikan memilih teh sesuai dengan rasa dan aroma yang diinginkan serta mencicip tester yang disediakan sehingga tidak salah saat hendak membungkusnya untuk buah tangan.

Untuk teh ini biasanya dijual per gram, satu gram dibanderol seharga 1,2 yuan, namun untuk harga ini bisa saja berbeda di tiap toko.

Juga terdapat toko oleh-oleh yakni krim pelembap tangan yang menjadi incaran para pelancong. Di toko Qingzhi hand cream, ada pilihan aroma yang bisa disesuaikan dengan konsumen yakni sesuai dengan tanggal lahir.

Pilihan ini menjadikan toko ini kian digemari dan seakan memberikan sentuhan personal bagi konsumen yang datang ke sini, Untuk ukuran hand cream 10 ml atau paling kecil dibanderol 10 yuan atau sekitar Rp25.000. Tekstur hand cream di sini sedikit berbeda dari yang biasa ditemukan di Indonesia yakni lebih mudah menyerap dan tidak meninggalkan kesan lengket yang mengganggu.

Toko lain yang sempat dikunjungi adalah toko mainan Top Toy. Toko ini menyediakan mainan seperti boneka, robot, lego hingga miniatur mobil alias diecast dengan koleksi yang unik dan jarang ditemui di Indonesia.

Di sampingnya, ada toko Minisoland yang juga menawarkan pernak pernik lucu dan musiman dan lebih lengkap. Di toko ini terdapat beberapa bagian yang terpisah yakni pernak pernik untuk perempuan, mainan untuk pria dari sisi harga tak jauh berbeda seperti di toko Indonesia pada umumnya.

Lebih jauh, bila ingin sejenak berfoto ada kuil yang terkenal yakni kuil Da Fo yang menjadi latar belakang. Bila datang ke sini malam hari maka akan mendapatkan gambar yang bagus dengan latar belakang lampu dan lampion seakan menghidupkan gambar.

Di seberang kuil Da Fo terdapat supermarket pada lantai bawah pusat perbelanjaan. Tempat ini bisa menjadi pilihan untuk membawa oleh-oleh kudapan ringan yang tidak ada di Indonesia yang menawarkan rasa unik dan harga yang cukup terjangkau. Beberapa jenama makanan ringan kenamaan di supermarket ini menawarkan beragam rasa misalnya biskuit rasa matcha, persik, hingga buah beri. Tampilan kemasannya pun bahkan ada yang unik dengan kardus kotak dengan pita.

Spot wisata dan foto yang ikonik lainnya adalah Canton atau Guang Zhou Tower, layaknya monas-nya Guangzhou. Kawasan ikonik ini dikelilingi taman serta gedung-gedung perkantoran. Menjadikannya salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bila ke Guangzhou, China.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat: Prabowo "reshuffle" kabinet untuk konsolidasi kekuatan
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Minibus Pengantar Jemaah Calon Haji di Grobogan Tertemper KA Argo Bromo, 4 Tewas
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peran Teknologi Nuklir dalam Panen Perdana Padi Unggul di Subang
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pendaftaran Dirut TVRI PAW Ditutup Besok, Pengumuman Administrasi 2 Mei
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Drainase Tersumbat Sampah, Jalan di Sentul Bogor Terendam Banjir
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.