JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menyebut, ada menteri Kabinet Merah Putih yang kemungkinan tak tersentuh reshuffle. Menteri yang dimaksud yakni para ketua umum partai politik.
Menurut Adi, demi menjaga stabilitas politik, presiden lebih berpeluang mengganti menteri yang bukan berlatar belakang elite partai.
“Ini soal stabilitas, ini soal dukungan politik. Prinsipnya jangan sampai mengurangi jatah partai,” kata Adi dalam podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Gaspol Hari Ini: Siapa yang Diam-diam Mengincar Posisi Prabowo di 2029?
Adi pun menilai, reshuffle kabinet pada Selasa (28/4/2026) kemarin terbilang senyap.
Pasalnya, kocok ulang jilid kelima itu mayoritas diisi wajah lama.
Dari enam pejabat yang dilantik, hanya ada satu pendatang baru, yakni aktivis Jumhur Hidayat yang kini menjabat Menteri Lingkungan Hidup.
Sisanya, tiga pejabat hanya berganti posisi, dua lainnya merupakan wajah lama yang kembali ke lingkar Istana.
“Reshuffle yang kelima memang tidak terlampau ada hentakannya. Tidak terlampau gaduh,” ujar Adi.
Adi menduga, Prabowo sengaja “mencicil” reshuffle demi menjaga stabilitas politik.
Baca juga: Gaspol Hari Ini: Soekarno di Balik Hari Kartini, Simbol Emansipasi atau Alat Politik?
Ia meyakini ke depan Prabowo masih akan mengutak-atik susunan menterinya. “Yang namanya pembantu presiden suka suka bosnya dong mau diganti kapan. Pokoknya jangan nyenyak-nyenyak tidurlah kau,” tutur dia.
Simak obrolan selengkapnya dalam podcast Gaspol! yang tayang perdana hari ini pukul 20.00 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang