FAJAR, JENEPONTO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-163 Kabupaten Jeneponto yang jatuh pada 1 Mei 2026 dirayakan dengan nuansa kental budaya.
Seluruh tenaga pendidik setiap jenjang sekolah kompak mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, Kamis 30 April 2026.
Salah satu pemandangan itu terlihat di UPT SMP Negeri 1 Arungkeke, Kecamatan Arungkeke. Para guru tampil seragam dengan balutan busana adat, berdiri di depan gerbang sekolah sambil membentangkan spanduk ucapan selamat Hari Jadi Jeneponto ke-163.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan pun terasa, mencerminkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus rasa bangga sebagai bagian dari masyarakat Jeneponto yang dikenal dengan julukan Butta Turatea.
Salah seorang guru SMPN 1 Arungkeke, Sulaiman mengatakan penggunaan pakaian adat bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap budaya.
“UPT SMP Negeri 1 Arungkeke mengucapkan Selamat Hari Jadi Jeneponto ke-163, Jeneponto Bahagia,” ucap Sulaiman kepada FAJAR.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah atas inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto.
“Semua sekolah hari ini memakai pakaian adat secara bersamaan,” ujar guru Bahasa Inggris tersebut.
Ia menambahkan, momentum hari jadi ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan budaya harus berjalan beriringan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang menanamkan nilai-nilai budaya, karakter, dan kebersamaan.
“Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menunjukkan bahwa guru bukan hanya pendidik di kelas, tetapi juga penjaga nilai budaya,” tambahnya.
Tak hanya di lingkungan sekolah, semarak HUT Jeneponto juga terlihat di sektor lain. Seperti pegawai perbankan hingga karyawan kafe. Mereka turut mengenakan pakaian adat sebagai bentuk partisipasi.
“Kami juga ikut mengenakan pakaian adat untuk meramaikan HUT Jeneponto. Ini bentuk kebanggaan kami terhadap daerah,” ujar Ira, salah seorang karyawan BRI Bontotangnga.
Perayaan HUT ke-163 Jeneponto tahun ini pun menjadi momentum memperkuat identitas daerah, sekaligus menumbuhkan rasa cinta budaya di tengah masyarakat di era modern. (map)





