Jakarta, VIVA - Aset senilai Rp15,3 miliar dari istri dan dua anak bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin, disita Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) peredaran narkoba.
“Penyidik melakukan pengembangan kasus TPPU berdasarkan transaksi keuangan tersangka Erwin Iskandar yang disamarkan kepada istri dan kedua anaknya,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, Kamis, 30 April 2026.
Ia merinci, dari istri Koko Erwin yang berinisial VVP, penyidik menyita aset senilai Rp1,050 miliar yang terdiri dari:
Mobil Toyota Avanza: Rp300 juta
Mobil Mitsubishi Xpander: Rp350 juta
Sertifikat HGB No. 00526: Rp200 juta
Sertifikat HGB No. 00527: Rp200 juta
Lalu, dari anak Koko Erwin yang berinisial HSI, penyidik menyita aset senilai Rp11,350 miliar yang terdiri dari:
Toko (SHM 3271 & 3272): Rp3 miliar
Toko (SHM 3273): Rp2 miliar
Gudang (SHM 2114): Rp2 miliar
Gudang (SHM 2125): Rp1,5 miliar
Mobil Pajero Sport: Rp650 juta
Kuitansi SHM 2144: Rp650 juta
Pelunasan SHM 2144: Rp450 juta
Kuitansi SHM 2125: Rp825 juta
Pelunasan SHM 2125: Rp275 juta
Terakhir, dari anak Koko Erwin yang berinisial CA, penyidik menyita aset mobil dengan total senilai Rp2,9 miliar yang terdiri dari:
Toyota Hiace Premio: Rp675 juta
Toyota Hiace Premio: Rp675 juta
Toyota Hiace Commuter: Rp600 juta
Toyota Hiace Commuter: Rp600 juta
Mitsubishi Xpander: Rp350 juta
"Total estimasi keseluruhan aset yang disita sebesar Rp15,3 miliar," ujar Eko.
Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal terhadap VVP, sumber dari semua transaksi keuangan di rekening bank milik VVP periode 2025-2026 berasal dari Koko Erwin.
“VVP memberikan rekening pribadinya untuk digunakan Koko Erwin,” ujarnya.
Selain itu, terungkap pula bahwa aset yang didapatkan VVP setelah menikah dengan Koko Erwin adalah sebuah rumah di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan bandar narkoba tersebut pernah menitipkan sebuah mobil kepada VVP hingga Maret 2026.
Berikutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap HSI, diketahui bahwa Erwin pernah meminta nomor rekening HSI untuk melakukan transfer uang.





