JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ruas jalan di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, diprediksi dipadati massa buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026).
Kepadatan dipicu oleh kedatangan ratusan ribu buruh dari berbagai daerah.
Informasi dari akun X resmi Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro menyebutkan, kepadatan berpotensi terjadi di seluruh akses menuju Monas.
Baca juga: Peringatan Hari Buruh di Jakarta, Ini Ruas Jalan Terdampak yang Perlu Dihindari
Hal ini karena ribuan bus akan mengangkut peserta aksi ke lokasi kegiatan.
Sejumlah titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain:
Jalan Medan Merdeka Barat
Jalan Medan Merdeka Selatan
Jalan Abdul Muis
Jalan Suryopranoto
Jalan Pejambon
“Agar menghindari ruas jalan tersebut demi kenyamanan dan kelancaran dalam berkendara,” demikian imbauan yang disampaikan.
Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sekitar 200.000 buruh diperkirakan akan masuk ke Jakarta menggunakan 4.000 bus dan 20.000 sepeda motor.
Untuk mengurai kepadatan, polisi bersama Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah kantong parkir.
Bus dari Jawa Barat akan diarahkan ke JIExpo dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.
Baca juga: Kantong Parkir Peringatan Hari Buruh 1 Mei di Monas, Titik-titik Ini Berpotensi Macet
Sementara bus dari Jawa Tengah dan Jawa Timur diparkir di Wisma Aldiron, Pancoran, dan bus dari Banten serta Lampung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Kendaraan hanya akan melakukan penurunan penumpang (drop off) di sekitar Monas sebelum diarahkan ke lokasi parkir yang telah ditentukan.
Selain itu, lokasi tambahan seperti Ancol juga disiapkan jika kapasitas parkir tidak mencukupi, meski penggunaannya terbatas karena bertepatan dengan hari libur.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya, serta mempertimbangkan ulang rencana perjalanan, termasuk ke lokasi wisata.
Dengan potensi lonjakan massa yang besar, pengguna jalan diimbau mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan parah di pusat Ibu Kota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang