Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melayat ke rumah duka karyawan Kompas TV yang jadi korban tabrakan KRL di Bekasi. Saat melayat itu, Dedi mengungkap janji dan komitmennya sebagai gubernur.
Seperti diketahui, salah satu karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32) menjadi salah satu korban insiden kecelakaan kereta di Bekasi. Sebelum meninggal, Nur Ainia sempat dilaporkan hilang oleh keluarga.
Kini, jenazah Nur Ainia telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Kepergian Nur Ainia, tentu meninggalkan duka mendalam untuk keluarga, kerabat dan rekan kerja.
Seperti baru-baru ini, sederet tokoh penting turut melayat ke rumah duka Nur Ainia, salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi melayat ke rumah duka karyawan Kompas TV tersebut ditemani Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dan Direktur Utama (President Director) Kompas TV, Rosianna Silalahi (Rosi).
Saat melayat ke rumah mendiang Nur Ainia, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut tampak menyampaikan duka cita mendalam. Dedi juga mengungkap soal janjinya sebagai pejabat publik.
Diakui Dedi, ia berjanji akan terus membenahi dan memperbaiki transportasi umum agar tidak ada laki-laki maupun perempuan yang menjadi korban dalam insiden serupa.
"Kami harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun, baik perempuan maupun laki-laki, kenyamanan itu harus terjaga baik," katanya dilansir Wartakotalive.com.
Dedi Mulyadi Berharap Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi Peristiwa Terakhir
Dedi berharap agar kecelakaan kereta di Bekasi menjadi peristiwa terakhir. Ia meminta agar semua pihak bekerja sama untuk membenahi penataan infrastuktur dari darat, udara dan laut.
“Saya menyampaikan duka yang mendalam. Semoga ini adalah peristiwa terakhir. Mungkin akhirnya seluruh kelalaian kita dalam melakukan penataan infrastruktur lalu lintas darat, laut, dan udara harus segera dibenahi," ujarnya dilansir dari Kompas TV.
“Ya, pertama kan warganya memang statusnya warga Jabar ya, warga Bekasi. Tetapi mereka rata-rata dibawa ke kampung halamannya. Ada yang ke Jawa ya, Jawa Tengah, mungkin Jawa Timur. Tetapi yang baru teridentifikasi, dimakamkan di Bekasi baru dua. Ada guru dan hari ini dari rekan media,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa KDM ini juga mengaku akan menindak berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Dedi menegaskan bahwa pengamanan di palang pintu harus segera diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ya tindak saja, kita tindak. Karena bagi saya tidak boleh di Jawa Barat ada orang menguasai sesuatu yang bukan haknya.”
"Sebenarnya, palang pintu kereta api terkait kecelakaan ya harus segera ada pengamannya, kalau enggak peristiwa seperti (kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur) ini akan terus terjadi,” ujarnya.
“Yang kedua kan memang daerah itu kan daerah padat dan di rencana pembangunan Jawa Barat memang sudah teralokasikan untuk pembangunan play over,” katanya.
Dedi menyebut Pemprov Jabar memang sudah berencana membangun flyover di kawasan tersebut. Hanya saja, rencana itu dilakukan bertahap karena terkendala masalah finansial.
“Walaupun memang kita bertahap ya karena kemampuan fiskal kita sangat terbatas sekarang.”
“Tetapi dengan kebijakan kemarin Pak Presiden dibangun flyover, kita berucap terima kasih banyak," lanjutnya.
Demikianlah momen Dedi Mulyadi melayat ke rumah duka karyawan Kompas TV. Sang Gubernur mengungkapkan duka cita mendalam atas insiden tabrakan KRL di Bekasi. (*)
Artikel Asli




