17 Korban Tabrakan Kereta Masih Dirawat di RSUD, 3 Jalani Operasi Hari Ini

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 17 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, tiga pasien menjalani tindakan operasi pada hari ini, Kamis (30/4).

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr Sudirman, mengatakan kondisi para pasien bervariasi, dengan sebagian besar dalam kondisi sedang hingga berat sehingga masih memerlukan perawatan intensif.

“Sisanya 17 tadi kan, seperti yang disampaikan tadi Pak Bupati Kabupaten Bekasi sudah meninjau, sudah melihat ada 11 yang warga Kabupaten Bekasi,” ujar Sudirman di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4).

“Ya, kondisinya hari ini ada tiga yang dioperasi. Ya tentunya kalau perawatan kan dengan kondisi sedang berat ya. Kalau kondisi ringan kan kita pulangkan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, pasien yang menjalani operasi memiliki jenis tindakan yang berbeda, salah satunya terkait cedera pada tendon.

“Hari ini ada tiga yang dioperasi. Tadi ada yang ini, tendon ya. Kalau tendon sih nggak terlalu vital, tendon di jari. Kemudian dua lagi saya kurang hafal ya, datanya masih di ruangan,” katanya.

Sementara itu, dua pasien lainnya terpaksa dirujuk ke rumah sakit tipe A dengan fasilitas yang lebih lengkap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif untuk optimalisasi perawatan.

“Nah, kemarin ada dua yang dirujuk tuh yang sudah bisa saya sampaikan. Itu perlu pemantauan lebih ketat dan butuh sarana yang lebih canggih lagi lah, katakanlah seperti itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keputusan rujukan juga mempertimbangkan kapasitas layanan RSUD yang saat itu menangani banyak korban secara bersamaan.

“Jadi kita kan kemarin banyak, banyak korban gitu kan, jadi dokter-dokter spesialis juga kan fokusnya terbagi. Jadi kami berkoordinasi dengan PT KAI supaya nanti perawatannya lebih intens. Mungkin ini kan Primaya kan tipe A ya, kalau kita kan masih tipe B. Ya jadi tentunya dari sisi sarana prasarananya lebih memadai di sana,” jelas Sudirman.

Adapun keluhan yang paling banyak dirasakan pasien adalah nyeri akibat luka fisik, termasuk patah tulang dan cedera pada bagian tubuh lainnya.

“Rata-rata nyeri ya, nyeri pada organ-organ tubuh. Terutama yang patah tulang, kemudian pada wajah, ada juga yang pada perut ya, ada yang pada tulang iga, gitu. Itu keluhan yang sering,” katanya.

Untuk masa pemulihan, Sudirman menyebut pasien yang menjalani operasi membutuhkan waktu observasi lebih lama dibandingkan pasien tanpa tindakan operasi.

“Kalau yang pasca-operasi biasanya bisa sampai satu minggu, sampai 10 hari gitu kan. Tapi kalau cuma observasi tanpa operasi, biasanya sekitar 5 hari lah. 5 hari sampai 1 minggu,” ujarnya.

Hingga kini, pihak rumah sakit masih terus melakukan pemantauan terhadap seluruh pasien dan belum dapat memastikan jumlah pasien yang akan segera dipulangkan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Akibat insiden tersebut, 16 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya mengalami luka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu Raja Charles dan Ratu Camilla, Istri Jeff Bezos Pakai Perhiasan Zamrud 200 Karat
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prabowo Beri Taklimat ke 1.500 Komandan Satuan 3 Matra TNI
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Gaji Numpang Lewat? Ini Tips Mengatur Keuangan di 2026
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Mensos Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta, Janji Bantu Usaha yang Diwariskan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Dalami Dugaan Kamuflase Dana CSR Kasus Wali Kota Madiun Maidi
• 16 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.