HARIAN FAJAR, MADRID – Kabar kepulangan sang “Special One” ke pelukan publik Santiago Bernabeu kembali memanas. Jose Mourinho masuk dalam radar utama Real Madrid untuk mengisi posisi pelatih kepala musim depan. Namun, langkah ini tidak gratis. Las Blancos harus menebus Rp121,7 miliar dari Benfica sebagai klausul pelepasan jika ingin benar-benar memulangkannya.
Mourinho, yang saat ini masih menangani klub raksasa Portugal, Benfica, disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Alvaro Arbeloa. Meski beberapa nama besar seperti Jurgen Klopp juga masuk dalam daftar incaran, pesona Mourinho tampaknya memiliki tempat tersendiri di hati manajemen Los Blancos.
Hasrat Besar Sang “Special One”Bukan sekadar isu sepihak dari klub, Jose Mourinho dikabarkan sangat berhasrat untuk kembali merasakan atmosfer kepemimpinan di ibu kota Spanyol. Bahkan, beredar kabar bahwa pelatih yang dikenal dengan taktik cerdasnya ini telah menawarkan jasanya secara langsung kepada klub.
Informasi ini diperkuat oleh laporan jurnalis kenamaan, Joaquin Maroto. Menurut laporannya, Mourinho melihat peluang ini sebagai momen emas untuk menangani kembali mantan klub yang pernah ia bawa meraih kejayaan.
“Mourinho memiliki keinginan kuat untuk kembali ke Santiago Bernabeu. Ia menilai ini sebagai peluang untuk kembali menangani mantan klubnya,” ungkap laporan Joaquin Maroto.
Hubungan harmonis antara Mourinho dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menjadi faktor kunci di balik isu comeback ini. Sejak berpisah pada tahun 2013, keduanya tetap menjaga komunikasi yang baik. Kedekatan inilah yang membuat Perez serius mempertimbangkan opsi Mourinho di tengah diskusi internal klub yang masih terus berlangsung.
Terganjal Klausul PelepasanMeskipun cinta lama tampak bersemi kembali, Real Madrid kini dihadapkan pada kendala finansial yang cukup spesifik. Mourinho masih terikat kontrak dengan Benfica, dan siapa pun yang ingin menggunakan jasanya harus menebus klausul pelepasan sebesar 6 juta euro atau setara dengan Rp121,7 miliar.
Angka ini menjadi perhatian utama bagi manajemen Real Madrid. Klub dikabarkan enggan mengeluarkan dana yang lebih besar dibandingkan biaya perekrutan target-target pelatih sebelumnya, termasuk saat mereka memantau situasi Xabi Alonso. Faktor efisiensi biaya kini menjadi pertimbangan penting sebelum Florentino Perez mengetuk palu keputusan.
Nostalgia Kesuksesan Masa LaluSelama tiga tahun masa kepemimpinannya di Real Madrid (2010–2013), Mourinho sukses mempersembahkan tiga gelar bergengsi, termasuk gelar La Liga yang memutus dominasi Barcelona saat itu. Karakter Mourinho yang tegas dan meledak-ledak dinilai bisa menjadi jawaban untuk membangkitkan mentalitas juara skuad Madrid musim depan.
Kini, Madridista di seluruh dunia tinggal menanti keputusan akhir dari meja tinggi manajemen. Apakah Real Madrid akan merogoh kocek Rp121,7 miliar demi romantisme dan trofi bersama Mourinho, atau justru beralih ke kandidat lain yang lebih ekonomis? Bursa transfer musim panas ini akan menjadi jawabannya. (*)





