Menhan AS Hegseth Sewot saat Anggota DPR AS Pertanyakan Kondisi Mental Trump di Perang Iran

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth tidak memberikan visi yang jelas kepada para anggota parlemen pada hari Rabu, 29 April 2026 tentang kapan atau bagaimana perang Iran akan berakhir. Hegseth malah menyebut hambatan utama dalam menyelesaikan misi tersebut adana "Demokrat yang tidak patriotik dan tuntutan mereka untuk penyelesaian akhir." 

Hegseth berulang kali menghindari pertanyaan tajam dari anggota parlemen Demokrat, dan menyebutnya sebagai momen "clickbait"  bahkan ketika pertanyaan tersebut berfokus pada kesiapan dan masalah personel AS di perang Iran.    

Baca Juga :
IHSG Ditutup Rontok 144 Poin, Analis Soroti Tingginya Harga Minyak Dunia Bebani APBN
Klaim Biaya Perang Rp400 Triliun oleh Pentagon Dipertanyakan DPR AS

Pun ketika ditanya anggota parlemen dari Demokrat Sara Jacobs (D-Calif.) dan mendesak Hegseth tentang apakah Trump secara mental layak untuk jabatan Presiden AS yang memicu perang Iran.

Sara mengutip beberapa unggahan Trump dan dikaitkan dengan kekhawatiran keluarga anggota militer AS. Diketahui, Trump kerap melontarkan ancaman terhadap Iran dan mengunggahnya di media sosialnya.

Trump -- dalam beberapa postingan, bahkan kerap mengklaim kemenangan yang absurd, kondisi Iran yang kolaps tanpa bukti, ingin memusnahkan bangsa Iran selama perang berlangsung.

"Saya sudah mendengar dari begitu banyak keluarga militer yang khawatir tentang kesehatan mental Presiden dan apakah dia layak untuk menjabat sebagai Panglima Tertinggi kita, mengingat dia mengirim orang-orang terkasih mereka ke medan perang," kata Sara. 

Menurutnya, militer AS perlu mengetahui bahwa para pemimpin mereka fokus dan stabil secara mental, apalagi dia juga merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata. "Apakah Anda percaya bahwa Presiden cukup stabil secara mental untuk menjadi Panglima Tertinggi?" tanya Sara

Hegseth membalas bahwa Trump adalah "panglima tertinggi yang paling tajam dan paling provokatif yang pernah kita miliki dalam beberapa generasi," sambil mengecam mantan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat serta rawat inap rahasia pendahulunya, mantan Menteri Pertahanan Lloyd Austin.

"Apakah Anda mengajukan pertanyaan yang sama kepada Joe Biden selama empat tahun?" kata Hegseth. "Anda ingin mengajukan pertanyaan itu setelah Anda dan rekan-rekan Demokrat Anda membela Joe Biden, yang hampir tidak bisa berbicara dan tidak tahu hari apa sekarang?"

Baca Juga :
Ghalibaf Olok-olok Trump soal Minyak Iran Disebut Bakal Meledak: Omong Kosong!
AS Lanjutkan Blokade Selat Hormuz, Trump: Iran Tercekik Seperti Babi
Menhan AS Hegseth 'Dikeroyok' Kongres, Pertanyakan Biaya Perang Iran Capai Rp434 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belanja AI Raksasa Teknologi Rp10,8 Triliun Terancam Gagal Akibat Tekanan Krisis Energi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
DPRD DKI Sepakati Suhud Alynudin Jadi Ketua Gantikan Khoirudin
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky Pratama Naik ke Tahap Penyidikan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Metro Park View Hotel Semarang Tawarkan Promo Long Weekend
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Gegara Kritik Operasi Iran, Amerika Serikat Mau Tarik Pasukannya di Jerman
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.