TABLOIDBINTANG.COM - Taylor Swift menegaskan semua kritik dan komentar negatif yang dilayangkan padanya ia ubah menjadi karya musik.
Dalam wawancara terbaru dengan The New York Times, di mana ia dinobatkan sebagai salah satu dari “30 Greatest Living American Songwriters”, Swift mengaku kritik, sorotan terhadap hubungan asmara, hingga komentar negatif di internet justru menjadi bahan bakar kreatif bagi lagu-lagunya.
“Ada begitu banyak lagu dalam karierku yang tidak akan pernah ada,” ujarnya.
Ia bahkan secara spesifik menyebut lagu "Blank Space" sebagai contoh. “Lagu itu tidak akan ada jika orang-orang tidak membuat ‘slideshow’ semua mantan pacarku.”
Sentuhan "balas dendam” yang dikemas secara elegan—dan berujung sukses di tangga lagu.
Rumor bahwa pelantun "Love Story" itu akan menikah dengan Kelce musim panas ini pun semakin memicu perhatian publik terhadap kehidupan pribadinya. Namun, Swift tampaknya tidak tinggal diam menghadapi sorotan tersebut.
Ia juga mengungkap bahwa lagu "Anti-Hero" lahir dari pengalaman panjang menghadapi kritik terhadap berbagai aspek kepribadiannya di dunia maya. “Lagu itu tidak akan ada jika aku tidak terus-menerus dikritik,” katanya.
Meski begitu, Swift mengakui ada batas antara menjadikan kritik sebagai inspirasi dan merasa kewalahan, terutama di era media sosial saat ini—terlebih bagi para musisi muda.
“Salah satu hal yang selalu aku tanyakan ke musisi atau penulis lagu baru adalah, ‘Kenapa kamu membaca komentar?’” ujarnya.
Dengan gaya khasnya, Swift pun mengubah nasihat itu menjadi semacam manifesto kreatif. Alih-alih merespons komentar negatif secara langsung, ia mendorong para kreator untuk menyalurkannya ke dalam karya seni. “Jangan langsung menulisnya di Notes lalu diposting. Tulis saja jadi lagu. Jadikan karya,” katanya.




