KOMPAS.com - Pengalaman terjebak dalam kemacetan panjang di Brebes Exit (Brexit) pada 2016 lalu masih membekas bagi Elfira.
Saat itu, perjalanan mudik yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi mimpi buruk
Dia dan keluarganya menghabiskan hampir 30 jam di tengah kemacetan saat hendak menuju Solo, Jawa Tengah.
Rasa frustasi bercampur jadi satu. Keinginannya untuk segera bertemu keluarga di kampung halaman justru tertahan di jalan.
Kala itu Elfira tak menggunakan aplikasi apa pun untuk membantunya merencanakan perjalan.
Dia hanya mengandalkan kondisi lapangan yang ternyata jauh dari harapan.
Pengalamam tersebut ternyata jadi pengalaman penting. Kini, dia tak lagi mudik tanpa persiapan.
Melihat kondisi lalu lintas sebelum berangkat menjadi hal wajib.
Aplikasi yang dia digunakan untuk mempersiapkan rencana mudiknya adalah dengan menggunakan Travoy, aplikasi milik Jasa Marga.
Dengan fitur CCTV, Elfira bisa melihat secara real time kondisi jalan tol yang akan dilalui menuju Solo.
"Tadinya saya rencana berangkat habis subuh, kami mau langsung jalan. Tapi setelah saya cek Travoy, ternyata traffic masih padat. Akhirnya mutusin buat jalan jam 06.30 WIB," ujar Elfira kepada Kompas.com, belum lama ini.
Elfira merasa bersyukur menggunakan aplikasi ini. Dia terselamatkan dari macet panjang Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
"Walaupun MBZ juga macet, tapi seenggaknya gak separah Japek yang campur dengan truk dan bis besar," kata Elfira.
Pengalaman serupa diceritakan Ardiansyah, seorang sopir ekspedisi yang sehar-hari mengantarkan logistik antar-pulau dari Lampung menggunakan truk tronton.