Penulis: Agus Topo
TVRINews - Bengkulu
Dua ekor gajah Sumatera ditemukan mati di kawasan konsesi PT Bentara Agra Timber yang berada di Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Satwa dilindungi tersebut terdiri dari satu induk betina dan satu anak gajah yang jenis kelaminnya belum diketahui.
Penemuan bangkai kedua gajah ini pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sebelum diteruskan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari, membenarkan adanya temuan tersebut dan menyebutkan tim langsung diterjunkan ke lokasi.
“Kami awalnya menerima informasi dari masyarakat terkait dua gajah yang mati di area konsesi. Saat ini tim sudah menuju lokasi untuk melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, gading atau gigi taring pada gajah indukan masih dalam kondisi utuh. Hal ini memperkuat dugaan sementara bahwa kematian bukan disebabkan oleh perburuan liar.
“Gading gajah betina masih utuh, sehingga sementara ini kecil kemungkinan akibat perburuan. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil nekropsi,” tambahnya.
Said juga menegaskan bahwa kematian gajah di wilayah konsesi PT BAT bukan kali pertama terjadi dan perlu menjadi perhatian serius pihak perusahaan dalam menjaga habitat satwa liar.
Lokasi penemuan tersebut berada di kawasan Bentang Sebelat, yang merupakan salah satu koridor penting habitat Gajah Sumatera. Kawasan ini diketahui semakin terdesak akibat alih fungsi lahan dan perambahan hutan, termasuk untuk perkebunan.
Sebelumnya, pemerintah mencatat populasi gajah di Bentang Sebelat terus menurun. Dalam kunjungan beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Kehutanan menyebut jumlah gajah di kawasan tersebut tersisa sekitar 25 ekor, yang tersebar di beberapa kantong habitat terfragmentasi.
Meski demikian, masih terdapat kelompok kecil gajah yang menunjukkan tanda-tanda reproduksi, menandakan spesies ini masih bertahan di tengah tekanan habitat.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kantong-kantong habitat gajah di Indonesia sesuai arahan nasional. Sementara itu, BKSDA memastikan hasil nekropsi akan segera diumumkan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik antara satwa liar dan aktivitas manusia di wilayah Bengkulu.
Editor: Redaksi TVRINews





