VIVA –May Day, atau yang juga dikenal sebagai Hari Buruh Internasional, adalah hari yang diperingati untuk mengenang perjuangan sejarah serta pencapaian yang diraih oleh para pekerja dan gerakan buruh. Hari ini diperingati setiap tanggal 1 Mei di banyak negara dan menjadi hari libur nasional di sejumlah negara seperti Indonesia, India, Afrika Selatan, Tiongkok, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Yunani.
Lantas darimana asal usul Peringatan Hari Buruh Internasional?
Melansir laman Britanica, Jumat 1 Mei 2026, May Day berakar dari Amerika Serikat, ketika para pekerja pada masa itu berjuang untuk mengurangi jam kerja yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 14 hingga 20 jam per hari. Seiring waktu, tuntutan untuk jam kerja yang lebih singkat juga disertai dengan permintaan kenaikan upah.
Memasuki awal abad ke-19, seiring berkembangnya industri, para pekerja mulai membentuk serikat buruh untuk memperjuangkan kondisi kerja yang lebih manusiawi. Pada tahun 1837, di masa Presiden Martin Van Buren, pemerintah menetapkan jam kerja 10 jam sehari untuk pegawai negeri. Namun, aturan ini belum berlaku secara luas, sehingga perjuangan untuk menerapkannya terus berlanjut selama beberapa dekade berikutnya.
Pada tahun 1850-an, tuntutan tersebut berkembang menjadi seruan yang lebih tegas dan luas yakni delapan jam kerja per hari. Gerakan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga menyebar ke negara lain seperti Australia. Pada tahun 1856, para tukang batu di Australia berhasil mendapatkan hak kerja delapan jam sehari.
Memasuki tahun 1860-an, tuntutan ini mendapat dukungan lebih besar. Para delegasi serikat buruh di Baltimore membentuk National Labor Union (NLU) di Amerika Serikat. Pada pertemuan pertamanya tahun 1866, NLU mengusulkan agar delapan jam kerja per hari diterapkan secara nasional. Meski organisasi ini kemudian bubar, gagasannya menjadi dasar bagi gerakan buruh yang lebih luas. Di tahun yang sama, Kongres Jenewa dari Internasional Pertama juga mendukung tuntutan jam kerja delapan jam.
Tuntutan ini kemudian menjadi bagian penting dari makna May Day. Pada tahun 1884, Federation of Organized Trades and Labor Unions of the United States and Canada yang kemudian menjadi American Federation of Labor menetapkan bahwa mulai 1 Mei 1886, delapan jam kerja akan menjadi standar kerja legal.





