JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan kepada jemaah Indonesia untuk berfokus pada ibadah saat tiba di Tanah Suci dan tidak beraktivitas yang melelahkan.
Karena aktivitas yang melelahkan seperti city tour dan berbelanja dengan berlebihan akan menguras tenaga.
"Sehingga nanti jemaah tidak bisa (kesulitan) berkegiatan pada puncak haji," katanya dalam keterangan video di kanal YouTube Kemenhaj, Kamis (30/4/2026).
"Fokuslah pada ibadah yang dilakukan, tidak melakukan tindakan-tindakan atau kegiatan yang berlebihan seperti berbelanja berlebihan atau city tour atau ziarah-ziarah yang belum perlu dilakukan," ucapnya lagi.
Baca juga: 3 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Penipuan Haji, Wamenhaj Lapor Wakapolri
Pengingat ini disampaikan Dahnil merespons peristiwa kecelakaan bus yang terjadi di Jabal Magnet, Selasa (28/4/2026).
Saat itu, dua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) membawa jemaah berwisata tanpa izin dan pemberitahuan ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Atas hal itu, Dahnil mengatakan "kami tentu akan melakukan tindakan tegas kepada kedua KBIHU tersebut."
Peristiwa ini, kata Dahnil, sekaligus menjadi pengingat kepada seluruh KBIHU yang sedang membawa jemaah haji di Tanah Suci.
Kemenhaj meminta kepada seluruh KBIHU yang melayani dan mengkoordinir jemaah haji selalu berkoordinasi dan mematuhi semua arahan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi atau Kementerian Haji dan Umrah.
Baca juga: Kemenhaj Diminta Evaluasi Menyeluruh Kecelakaan Bus Jemaah Haji Indonesia di Jabal Magnet
"Kami memperingatkan semua KBIHU yang tidak menaati aturan-aturan yang sudah dibuat, kami pastikan KBIHU-KBIHU yang bersangkutan tidak hanya sekadar kami peringatkan tapi kami akan segera cabut izinnya," tegas Dahnil.
Namun bukan berarti Kemenhaj melarang jemaah haji untuk berwisata.
Danhil menjelaskan, Kemenhaj telah memfasilitasi tempat ziarah yang memang bisa dikunjungi secara gratis yaitu Masjid Qiblatain kemudian Masjid Quba.
Kronologi Kecelakaan Bus Jemaah Haji Indonesia di Jabal MagnetKepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Moh. Hasan Afandi mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB.
Baca juga: Wamenhaj: Jangan Terlalu Banyak Seremoni Pelepasan Jemaah Haji
Ada dua bus, yakni bus rombongan kelompok terbang (kloter) SUB-2 yang dibawa oleh KBIHU Nurul Haramain Probolinggo dan bus jemaah kloter JKS1 yang dibawa KBIHU Al Azhar.
"Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1," kata Hasan.
Terkait peristiwa tersebut, Hasan mengatakan ada 10 jemaah luka-luka, tujuh jemaah JKS-1, 2 jemaah SUB-2 dan 1 pengurus KBIHU Nurul Haramain.
Jemaah SUB-2 yang terluka salah satunya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Hayat Madinah atas nama Sri Sugihartini yang berusia 60 tahun.
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah mengatakan, kecelakaan itu terjadi saat kembali dari kegiatan wisata di Jabal Magnet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




