REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), Sumatera Selatan, menutup sementara akses Jembatan Lalan mulai Kamis (30/4/2026) selama satu bulan. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses revitalisasi jembatan yang ambruk setelah ditabrak tongkang batu bara pada 12 Agustus lalu.
Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, menjelaskan bahwa penutupan ini adalah langkah terbaik karena jika jembatan tetap dibuka, pengerjaan akan terhambat. Penutupan juga mencakup alur sungai di sekitar jembatan untuk mencegah insiden serupa yang dapat mengganggu proses pekerjaan.
"Jika ditutup, maka percepatan proses fisik revitalisasi Jembatan Lalan bisa dilakukan secara maksimal," ujar Toha. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat, tetapi sebagai upaya agar jembatan segera difungsikan kembali dengan aman.
Sementara itu, perwakilan kontraktor, Bagus, menyatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan, terutama pada tahap pemancangan struktur penyangga. "Penutupan jalur dilakukan saat pekerjaan pemancangan steel spun pile shoring agar proses berjalan optimal," katanya.
Target penyelesaian revitalisasi Jembatan Lalan ditetapkan pada Desember 2026. "Akses ini sangat dinantikan masyarakat, sehingga kami berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu," tambah Bagus.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.