BRIN Ungkap Bukti Gempa dan Letusan Purba di Kuningan, terkait Aktivitas Gunung Ciremai

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Tim peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengungkap bukti fisik aktivitas tektonik dan vulkanik di zaman Kuarter yang terjadi di wilayah Lingkar Timur Kuningan. (Sumber: Google Earth via BRIN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jejak gempa besar dan letusan gunung api ribuan tahun lalu di wilayah Kuningan, Jawa Barat, kini mulai terkuak. 

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bukti fisik kuat aktivitas tektonik dan vulkanik purba yang bukan hanya penting bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga krusial untuk memetakan potensi bencana di masa depan.

Penelitian yang dilakukan oleh tim Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN ini berfokus pada kawasan Lingkar Timur Kuningan yang berada di sekitar Gunung Ciremai. 

Baca Juga: Strategi BRIN Kendalikan Ikan Sapu-Sapu: Ancaman Ekosistem hingga Solusi Bernilai Ekonomi

Hasil riset mengungkap adanya deformasi lapisan tanah akibat aktivitas sesar yang terjadi pada periode zaman Kuarter.

Peneliti Ahli Muda PRKG sekaligus ketua tim, Sonny Aribowo, menjelaskan riset ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya data umur endapan gunung api di Pulau Jawa. 

Padahal, sebagian besar wilayah Jawa tertutup oleh endapan vulkanik yang menyimpan rekaman penting sejarah geologi.

"Endapan gunung api yang terganggu oleh patahan dapat bercerita tentang sejarah masa lalu dan perulangan gempa bumi," ujar Sonny dikutip dari laman resmi BRIN.

Teknologi Canggih Ungkap Lapisan Bumi

Dalam penelitian ini, tim menggunakan analisis geokronologi melalui metode carbon dating serta teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).

Teknologi LiDAR memungkinkan peneliti memetakan permukaan bumi secara detail tanpa terhalang vegetasi.

Melalui pendekatan ini, tim mampu mengidentifikasi struktur geologi seperti kemiringan lapisan tanah (tilting) hingga patahan (faulting) dengan presisi tinggi.

Salah satu temuan paling mencolok adalah adanya anomali pada susunan lapisan tanah. Endapan yang berumur sekitar 22.000 tahun itu justru ditemukan berada di atas lapisan yang lebih muda, yakni sekitar 20.000 tahun.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Kereta, BRIN Kembangkan Teknologi Audit Jembatan KA Real Time

Menurut Sonny, kondisi ini menjadi bukti kuat adanya aktivitas sesar naik (thrust fault), di mana lapisan yang lebih tua terdorong ke atas lapisan yang lebih muda akibat tekanan tektonik.

Temuan ini menunjukkan wilayah tersebut pernah mengalami deformasi geologi yang signifikan setelah periode 20.000 tahun lalu.

Selain sesar naik, tim juga menemukan indikasi sesar normal pada endapan berumur sekitar 16.000 tahun.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BRIN Gunung Ciremai
  • gempa Kuningan
  • aktivitas tektonik Jawa Barat
  • letusan Gunung Ciremai
  • penelitian geologi BRIN
  • sesar aktif Indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Targetkan 8 Juta Ha Kebun dan Tambang Ilegal Dikuasai Negara pada 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Real Madrid Harus Tebus Rp121,7 Miliar dari Benfica jika Ingin Memulangkan Jose Mourinho ke Bernabeu
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Berkah May Day, Dagangan Penjual Roti di Monas Ludes dalam 2 Jam
• 1 jam laludetik.com
thumb
Momen Prabowo Lempar Bagikan Baju dari Mobil Usai Pidato Hari Buruh di Monas
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Delegasi Iran Batal Hadiri Kongres FIFA
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.