Soal Saran Laki-laki di Gerbong Belakang KRL oleh Menteri PPPA, Deddy Corbuzier: Saya Bela Ibu!

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pernyataan Deddy Corbuzier terkait usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, soal penataan ulang gerbong KRL langsung menyita perhatian publik. 

Disampaikan dengan gaya khas yang terdengar satire, Deddy justru mengaku akan “membela mati-matian” sang menteri apabila kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan.

Baca Juga :
Cerita Ayah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi, Sempat Dievakuasi Selamat Usai Terjepit 10 Jam
Tragedi Maut KRL Vs Argo Bromo Masuk Tahap Penyidikan, Bukti dan CCTV Dikuliti Polisi

Isu ini mencuat setelah adanya wacana untuk memindahkan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL, menyusul insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan aspek keamanan, namun justru memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Deddy Corbuzier menyampaikan dukungannya dengan nada yang sarat sindiran. 

"Saya, Bu akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu, Bu. Mati-matian saya akan bela Ibu, Bu. Kenapa? Ya, pertama saya juga udah dianggap rezim ya kan, Bu? Kedua, saya dianggap toxic maskulinity. Ketiga, gua tuh patriarki, Bu. Maka saya akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu," ujar Deddy Corbuzier, mengutip video di Instagramnya, Jumat 1 Mei 2026.

Pernyataan tersebut segera menjadi sorotan karena dinilai tidak sekadar dukungan, melainkan kritik terselubung terhadap logika kebijakan yang diusulkan. 

Deddy Corbuzier bahkan menyinggung perspektif peran laki-laki dalam melindungi perempuan, yang menurutnya dapat berbenturan dengan narasi kesetaraan gender yang kerap digaungkan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menuai kritik dari kelompok feminis. Menurutnya, konsistensi dalam isu kesetaraan akan dipertanyakan apabila dalam praktiknya masih ada pemisahan berbasis gender dalam konteks keamanan transportasi.

"Naik genteng harus dua-duanya bisa. Angkat galon harus dua-duanya bisa. Pria pun begitu, harus segender. Nah, itu nanti ibu akan kena," ujar Deddy Corbuzier.

Tak hanya itu, Deddy Corbuzier juga menyoroti aspek teknis keamanan. Ia berpendapat bahwa posisi di tengah rangkaian tidak sepenuhnya aman, mengingat potensi kecelakaan bisa datang dari berbagai arah, termasuk benturan dari samping yang justru langsung mengenai bagian tengah kereta.

Sebagai penutup yang kian mengundang perhatian, Deddy Corbuzier melontarkan solusi bernada sindiran dengan menyebut bahwa posisi terbaik bagi perempuan adalah “di atas”. 

Baca Juga :
Rata-rata Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Alami Patah Tulang hingga Nyeri Organ Tubuh Dalam
Pesan Anggita untuk Suami Belum Terkirim, Tiba-tiba KRL yang Ditumpanginya Ditabrak KA Argo Bromo
17 Korban Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL Masih Dirawat di RSUD Bekasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Listrik Mati Mendadak Saat Lintasi Rel Kereta Api, Pakar Otomotif Ungkap Penyebabnya
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik dan Bermanfaat untuk Rakyat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Nelayan Tuban Siap Sukseskan Kampung Nelayan Merah Putih
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
OJK Susun Skema Baru, Kredit Gedung Hijau dan Perhutanan Sosial Bisa Lebih Murah
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
11 Tuntutan Buruh ke Prabowo: Hapus Outsourcing hingga Reformasi Pajak Pesangon
• 38 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.