Jakarta, VIVA – Pernyataan Deddy Corbuzier terkait usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, soal penataan ulang gerbong KRL langsung menyita perhatian publik.
Disampaikan dengan gaya khas yang terdengar satire, Deddy justru mengaku akan “membela mati-matian” sang menteri apabila kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan.
Isu ini mencuat setelah adanya wacana untuk memindahkan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL, menyusul insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan aspek keamanan, namun justru memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Deddy Corbuzier menyampaikan dukungannya dengan nada yang sarat sindiran.
"Saya, Bu akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu, Bu. Mati-matian saya akan bela Ibu, Bu. Kenapa? Ya, pertama saya juga udah dianggap rezim ya kan, Bu? Kedua, saya dianggap toxic maskulinity. Ketiga, gua tuh patriarki, Bu. Maka saya akan bela Ibu. Saya akan bela Ibu," ujar Deddy Corbuzier, mengutip video di Instagramnya, Jumat 1 Mei 2026.
Pernyataan tersebut segera menjadi sorotan karena dinilai tidak sekadar dukungan, melainkan kritik terselubung terhadap logika kebijakan yang diusulkan.
Deddy Corbuzier bahkan menyinggung perspektif peran laki-laki dalam melindungi perempuan, yang menurutnya dapat berbenturan dengan narasi kesetaraan gender yang kerap digaungkan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menuai kritik dari kelompok feminis. Menurutnya, konsistensi dalam isu kesetaraan akan dipertanyakan apabila dalam praktiknya masih ada pemisahan berbasis gender dalam konteks keamanan transportasi.
"Naik genteng harus dua-duanya bisa. Angkat galon harus dua-duanya bisa. Pria pun begitu, harus segender. Nah, itu nanti ibu akan kena," ujar Deddy Corbuzier.
Tak hanya itu, Deddy Corbuzier juga menyoroti aspek teknis keamanan. Ia berpendapat bahwa posisi di tengah rangkaian tidak sepenuhnya aman, mengingat potensi kecelakaan bisa datang dari berbagai arah, termasuk benturan dari samping yang justru langsung mengenai bagian tengah kereta.
Sebagai penutup yang kian mengundang perhatian, Deddy Corbuzier melontarkan solusi bernada sindiran dengan menyebut bahwa posisi terbaik bagi perempuan adalah “di atas”.





