Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) di kapal tanker MT Honour 25 dibajak oleh perompak di Somalia. Wakil Ketua Komisi I DPR, Anton Sukartono Suratto, meminta pemerintah melakukan pendekatan komprehensif dalam misi penyelamatan.
"Pemerintah harus melakukan pendekatan komprehensif yang melibatkan negosiasi bilateral maupun multilateral serta langkah-langkah teknis lain yang diperlukan," kata Anton kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).
Anton menyampaikan keprihatinan yang mendalam dari Komisi I DPR atas penyanderaan empat WNI tersebut. Dia menyebut hal serupa juga pernah terjadi di bulan Januari 2026, yakni ABK WNI yang disandera di perairan Gabon.
"Berulangnya kasus ini menunjukkan bahwa pelindungan WNI yang menjadi ABK di kapal berbendera asing perlu menjadi perhatian khusus," katanya.
"Sebagai pimpinan Komisi I DPR RI, saya menegaskan bahwa perlindungan atas keselamatan dan perlindungan WNI di luar negeri merupakan mandat konstitusional negara yang harus menjadi prioritas utama. Keempat WNI yang menjadi sandera di Somalia saat ini perlu segera dibebaskan dalam keadaan selamat dan sehat," tambahnya.
Oleh karena itu, Anton mendesak Pemerintah RI untuk bertindak tegas dan cepat dalam melindungi warganya. Setiap WNI yang bekerja di luar negeri, katanya, juga berhak mendapatkan perlindungan maksimal dari Republik Indonesia.
(azh/jbr)





