CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kasus daycare atau tempat penitipan anak bermasalah yang mencuat di Yogyakarta menjadi alarm bagi orang tua agar lebih teliti memilih tempat penitipan anak.
Di tengah meningkatnya kebutuhan daycare, aspek keamanan dan kualitas pengasuhan tidak boleh diabaikan. Pakar tumbuh kembang anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Fitri Hartanto, menegaskan ada sejumlah tanda bahaya (red flag) yang perlu diperhatikan sebelum mempercayakan anak pada daycare.
Tips Mengenali Red Flag Daycare
1. Tidak memisahkan anak sehat dan sakit
Daycare yang mencampur anak sehat dengan yang sakit berisiko mempercepat penularan penyakit. Kondisi ini membuat anak rentan sakit berulang dan mengganggu tumbuh kembangnya.
“Sering kali anak sudah sembuh, masuk daycare, lalu tertular lagi karena masih ada anak sakit yang tetap diterima,” jelas dr. Fitri.
2. Tidak punya aturan kesehatan yang tegas
Jika daycare tetap menerima anak yang sedang sakit, itu tanda lemahnya regulasi internal.
“Daycare seharusnya memiliki aturan ketat dan tidak menerima anak yang sedang sakit,” tegasnya.
Lingkungan yang tidak sehat akan berdampak langsung pada kondisi fisik anak.
3. Fasilitas tidak tertata dan ruang tidak dipisah
Pembagian ruang sangat penting untuk menciptakan lingkungan sehat. Tanpa pengaturan ini, risiko penyebaran penyakit dan ketidaknyamanan meningkat.
“Area belajar, istirahat, makan, hingga ruang keluarga sebaiknya dipisahkan,” kata dr. Fitri.
4. Pengasuh tidak memiliki kompetensi memadai
Pengasuh tidak cukup hanya menjaga, tapi juga harus siap menghadapi situasi darurat. Ini penting untuk memastikan keselamatan anak setiap saat.
“Guru daycare harus mampu melakukan tindakan awal saat anak tersedak, keselek, atau kecelakaan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
5. Kurang transparan terhadap orang tua
Daycare yang tertutup bisa menjadi tanda bahaya. Transparansi adalah kunci kepercayaan antara orang tua dan pengelola daycare.
“Jika tidak ada akses bagi orang tua untuk melihat interaksi di daycare, itu perlu dicurigai,” ungkap dr. Fitri.
6. Laporan kejadian tidak jelas
Alasan seperti “anak jatuh” perlu dikaji lebih dalam jika terjadi berulang. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan kekerasan.
“Jangan langsung percaya, jika ada kecurigaan sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya,” sarannya.
7. Perubahan perilaku anak setelah masuk daycare
Ini menjadi sinyal paling kuat yang sering diabaikan. Perubahan perilaku bisa mengindikasikan tekanan psikologis hingga trauma.
“Jika anak murung, tidak mau bercerita, atau menangis sampai muntah saat akan ke daycare, itu tanda ada masalah,” jelasnya.
Memahami tanda-tanda ini penting agar orang tua tidak terlambat menyadari risiko. Di tengah maraknya kasus daycare bermasalah, kewaspadaan menjadi langkah awal untuk memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan suportif.
Sumber: ANTARA




