JAKARTA, KOMPAS.com - Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mulai berdatangan ke kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, menjelang aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Jumat (1/5/2026).
Pantauan Kompas.com pada pukul 09.40 WIB, massa yang tiba di depan pagar pintu utama DPR tampak mengenakan atribut berwarna biru dan merah. Mereka berdiri berkelompok sambil membawa sejumlah spanduk dan poster.
Jumlah massa yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 30 orang. Meski belum terlalu ramai, aparat kepolisian telah berjaga di sejumlah titik sekitar gerbang utama DPR.
Baca juga: Semangat Peringatan Hari Buruh Sudah Perayaan, Nonton Konser, Bukan Lagi Demo di Jalan
Di pagar pintu utama DPR, terlihat dua spanduk berbahan kain putih yang dipasang dengan coretan spidol hitam.
Spanduk pertama bertuliskan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengurus persoalan “pemberontakan pada bidang ekonomi”, serta mencantumkan keterangan “Data pemberontakannya di (FB) I Gede Ariana”.
Sementara spanduk kedua memuat sejumlah kalimat panjang, termasuk pernyataan “yang terlibat dihukum, yang tidak terlibat kasih uang, tanah, kasih istri dll”.
Di lokasi yang sama, Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, menyampaikan bahwa aksi May Day di depan Gedung DPR dilakukan bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).
“Hari ini kami melakukan aksi di Gedung DPR bersama kawan-kawan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK). Memang berbeda dengan aksi yang diselenggarakan di Monas dengan tema May Day Fiesta,” kata Sunarno saat ditemui di depan kawasan DPR RI, Jumat.
Sunarno menegaskan aksi tersebut digelar karena kondisi perburuhan dinilai masih buruk. Ia mengatakan, pihaknya mendesak DPR dan pemerintah segera memperbaiki kebijakan ketenagakerjaan, terutama setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Cipta Kerja.
Baca juga: Said Iqbal Berterima Kasih ke Prabowo karena UU PRT Disahkan Usai 22 Tahun Diperjuangankan
“DPR diperintahkan untuk segera membentuk undang-undang ketenagakerjaan. Nah, oleh karena itu kami sengaja datang ke Gedung DPR ini untuk mendesak kepada DPR agar segera membahas Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru dengan melibatkan unsur-unsur dari serikat buruh,” ujar Sunarno.
Ia menambahkan, pembahasan undang-undang ketenagakerjaan dinilai sangat penting karena berkaitan dengan hak normatif buruh, mulai dari sistem pengupahan, pesangon, hingga status hubungan kerja, dan sebagainya.
Sunarno menyebut, massa aksi dari KASBI dan aliansi GEBRAK diperkirakan mencapai 10.000 orang.
"Itu berangkat dari serikat-serikat di wilayah Jakarta, dari Banten, dan juga Jawa Barat,” ucap Sunarno.
Ia mengatakan massa akan mengambil titik kumpul di bawah Flyover Senayan. Setelah itu, mereka berencana melaksanakan shalat Jumat terlebih dahulu sebelum melakukan long march menuju Gedung DPR.
Selain menggelar aksi, massa juga mengajukan audiensi dengan pimpinan DPR RI dan Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan. Sunarno menyebut audiensi kemungkinan dilakukan sebelum shalat Jumat.





