Jaring Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Minta PKH Prioritaskan Anak Terlantar dan Miskin Ekstrem

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan arahan kepada para Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat kecamatan hingga kabupaten se-Madura secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026.

Arahan tersebut menyoroti pentingnya ketepatan dalam penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, terutama di wilayah Madura yang dikenal sebagai basis pesantren.

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

BACA JUGA:Arahan Prabowo, Kemensos Dorong Percepatan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

Karena itu, sasaran program harus benar-benar tepat.

“Utamakan anak-anak terlantar, anak-anak yang masuk dalam kategori miskin ekstrem,” tegas Gus Ipul didampingi Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, serta Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal.

Ia secara khusus mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam penjangkauan, termasuk mengambil anak yang sudah bersekolah atau sedang mondok di pesantren.

“Jangan sekali-sekali mengambil siswa yang sudah sekolah di tempat lain atau sedang berada di pesantren,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, penjangkauan siswa Sekolah Rakyat harus berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta dilengkapi dengan verifikasi langsung di lapangan.

BACA JUGA:Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

“Tidak ada pendaftaran Sekolah Rakyat, yang ada adalah penjangkauan. Datanya ada, faktanya sesuai, itu yang kita pegang,” katanya.

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa seluruh proses harus dilakukan secara jujur dan profesional.

Praktik titipan, manipulasi data, maupun penerimaan imbalan dalam bentuk apa pun disebutnya sebagai pelanggaran berat.

Terutama di Madura, Gus Ipul meminta para pendamping PKH tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga aktif melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, pemerintah daerah, LSM, ulama, kyai, dan lain sebagainya agar program Sekolah Rakyat dapat dipahami dengan baik.

“Madura ini gudangnya pesantren, banyak ulama, banyak kiai yang harus kita hormati. Maka komunikasi harus dijaga dengan baik,” pesannya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPMX Catat Laba Bersih Tumbuh 8% Kuartal I-2026:
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Mensesneg Beberkan Peran Dasco dalam Keputusan Prabowo Benahi Perlintasan KA
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Erin Taulany Tanggapi Kabar Dirinya Lakukan KDRT Hingga Tak Bayar Gaji ART
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Satu-satunya di Indonesia, MMAJ Jakarta Bawa Konten Original Jepang ke Gandaria City Mei Mendatang
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Masih Tercium Bau di Taman Bendera Pusaka, IPAL Jadi Solusi yang Ditunggu
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.