Seorang Pria Menikam 2 Orang dalam 9 Menit, Keluarga Korban Tolak Ganti Rugi dan Tuntut Hukuman Mati

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Kasus pembunuhan acak di daratan Tiongkok kembali terjadi. Baru-baru ini, kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 29 tahun, Yang Fang, di Jinhua, Zhejiang, oleh seorang pria asing berusia 23 tahun bermarga Lu, akan disidangkan di Pengadilan Menengah Kota Jinhua. Pelaku dilaporkan menikam dua orang dalam waktu 9 menit, menyebabkan satu orang tewas dan satu luka berat. Keluarga korban menuntut agar pelaku dijatuhi hukuman mati.

Menurut laporan media daratan pada 28 April, sidang yang semula dijadwalkan pada 29 April di Pengadilan Menengah Jinhua ditunda hingga Mei karena bentrok jadwal pengadilan. Tanggal pasti belum diberitahukan kepada keluarga korban.

Kakak perempuan korban, Yang Fang, mengatakan kepada media bahwa tuntutan keluarga adalah hukuman mati bagi pelaku. Ia mengungkapkan bahwa pengacara pihak pelaku pernah menghubungi ayahnya untuk menawarkan kompensasi secara cicilan, namun ditolak oleh keluarga. Kematian tragis sang adik membuat ayah mereka jatuh sakit dan tidak bisa bekerja, sehingga keluarga mengalami duka dan kesulitan besar.

Menurut laporan sebelumnya, pada 5 Januari 2025 malam, Lu datang ke perusahaan tempat Yang Fang bekerja dengan membawa pisau. Setelah mengetuk pintu, ia menyerang Yang Fang yang membuka pintu dengan tusukan brutal hingga menyebabkan arteri lehernya putus dan meninggal di tempat. Seorang rekan kerja yang mencoba menghentikan juga mengalami luka berat akibat sabetan.

Rekaman menunjukkan bahwa pelaku masuk ke lift pada pukul 20:21 dan keluar pada pukul 20:29 malam itu. Setelah melakukan kejahatan, ia bahkan terlihat bernyanyi di dalam lift, menunjukkan perilaku yang sangat keji.

Pelaku ditangkap polisi pada malam yang sama dan mengaku tidak memiliki konflik apa pun dengan korban maupun perusahaan. Setelah kejadian, ia dua kali mengajukan pemeriksaan kejiwaan, namun dinyatakan memiliki kapasitas tanggung jawab pidana penuh saat melakukan kejahatan. Pada 16 Desember 2025, jaksa secara resmi mendakwanya dengan tuduhan pembunuhan dengan sengaja.

Warganet menyatakan dukungan terhadap tuntutan keluarga korban:  “Dalam 9 menit menikam dua orang, lalu bernyanyi di lift seolah tidak terjadi apa-apa—orang seperti ini adalah bom waktu jika dibiarkan di masyarakat.”
“Tanpa konflik apa pun, ini murni pembunuhan acak. Jika tidak dihukum mati, siapa yang berani lembur di kantor pada malam hari?”
“Cara pembunuhan sangat kejam (arteri leher terputus), niat jahat sangat tinggi, sepenuhnya memenuhi syarat hukuman mati.”

Dalam beberapa tahun terakhir, konflik sosial di daratan Tiongkok terus meningkat, dengan seringnya terjadi kasus penyerangan dan pembunuhan acak yang menarik perhatian luas masyarakat. Namun, karena ketidakpercayaan terhadap sistem peradilan dan kurangnya transparansi, banyak putusan hukum kerap dipertanyakan oleh publik.

Laporan disusun oleh Li Li / EditorLin Qing – NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minyakita Sempat Langka, Gapki Sebut Imbas Penurunan Ekspor Sawit
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Program 3 Juta Rumah Dibahas, DPR Pertimbangkan Alokasi untuk Buruh
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Wakil Ketua MPR: Empat pilar kebangsaan miliki dimensi ekologis kuat
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Targetkan RI Capai Swasembada Energi dalam Waktu Dekat
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Demo Hari Buruh, Polisi Imbau Masyarakat Tak Lintasi Jalan Sekitar Gedung DPR
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.