JAKARTA, DISWAY.ID - Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) memastikan isu bocornya 3 juta data paspor masyarakat Indonesia yang diduga diperjualbelikan di situs gelap (dark web).
Dengan tegas, pihaknya menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks.
BACA JUGA:Jaring Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Minta PKH Prioritaskan Anak Terlantar dan Miskin Ekstrem
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, tampak tak bisa menyembunyikan kegeramannya saat menanggapi isu sensitif ini.
Menurutnya, klaim kebocoran tersebut tidak masuk akal mengingat sistem keamanan digital yang dikelola pihaknya saat ini sudah menggunakan proteksi berlapis.
"Kami katakan itu hoaks. Sistem keamanan digital kita sudah cukup baik, kuat, dan berlapis. Sangat tidak masuk akal kalau data itu disebut berasal dari sistem kami," tegas Hendarsam kepada awak media, Kamis 30 April 2026.
BACA JUGA:Imigrasi Ciduk 16 WNA Pelaku Love Scam di Sukabumi, Langsung Dideportasi!
Pihak Imigrasi tidak tinggal diam menghadapi serangan siber ini. Investigasi internal menunjukkan adanya indikasi mens rea atau niat jahat yang jelas dari pihak-pihak tertentu.
Hendarsam mengungkapkan bahwa akun yang menyebarkan isu kebocoran data tersebut adalah akun yang baru saja dibuat, yang semakin memperkuat dugaan adanya motif sabotase citra.
"Kami sedang mengusutnya secara tuntas. Indikasinya jelas, akun yang menyebarkan itu akun baru. Artinya, dia buat akun itu memang khusus untuk menyebarkan kabar bohong ini," imbuhnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat yang sempat memuncak, Hendarsam menjamin bahwa data pemegang paspor Indonesia tetap aman.
BACA JUGA:QRIS wondr by BNI Bisa Dipakai di China, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah
Ia mengklaim bahwa pengecekan sistem telah dilakukan secara menyeluruh dan tidak ditemukan adanya celah atau akses ilegal yang berhasil menjebol pelayanannya.
"Jadi hal-hal kayak begini enggak boleh kita biarkan begitu saja. Kami sedang memburu akunnya dan memastikan sistem kami tetap steril," pungkasnya.





