Hilirisasi Tahap II Dikebut, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah memulai babak baru program hilirisasi nasional melalui 13 proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional. 

BACA JUGA:Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Peresmian groundbreaking Danantara Fase II 2026 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo. 

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan berhenti pada tahap ini. Sejumlah proyek lanjutan bahkan telah disiapkan untuk memperluas cakupan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari energi hingga pertanian. 

Program ini juga ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi

Daya Anagata Nusantara (Danantara). CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebutkan bahwa pihaknya berfokus mengoptimalkan aset strategis BUMN agar proyek hilirisasi memiliki fondasi pendanaan yang kuat. 

BACA JUGA:Menjawab Tantangan Traceability di Industri Sawit Nasional, Penting Untuk Tata Kelola Berkelanjutan

Menurut Rosan, sinergi antar-lembaga menjadi kunci agar proyek berskala besar tersebut berjalan terukur sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. 

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek ini digarap oleh sub holding PTPN III (Perseo), PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional. 

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan bahwa pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar.

“Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya. 

Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat.

Secara teknis, fasilitas yang dibangun di Sei Mangkei mencakup industri pangan dan energi dalam satu kawasan terpadu. Di tempt terpisah, Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun, serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pascakecelakaan Kereta, Dua Korban Baru Dilarikan ke RSUD Bekasi
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Kemlu: Presiden Prabowo Diundang Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina pada 7-8 Mei
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Buruh 1 Mei, Ribuan Massa Buruh dari Jabar Bakal Bergerak ke Jakarta Besok
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung KIPP 1B di IKN
• 23 jam laluharianfajar
thumb
MUI Ingatkan Masyarakat Tak Pergi Haji Secara Ilegal
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.