MUI Ingatkan Masyarakat Tak Pergi Haji Secara Ilegal

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan pergi haji secara ilegal tanpa visa resmi. Dia menekankan pentingnya keikhlasan dan kepatuhan dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

“Haji itu harus sepenuhnya berangkat dari keikhlasan. Orang haji itu ada tiga model. Ada haji karena gaya-gayaan ria, itu tentu hajinya tidak mendapat apa-apa, kecuali gaya-gaya atau hanya sekedar wisata” ujar Cholil Nafis di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026.

Dia menjelaskan terdapat beberapa motif orang berhaji, mulai dari sekadar pamer hingga tujuan religi.  Menurut dia, hanya ibadah haji yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah yang memiliki nilai spiritual dan berpotensi meraih predikat haji mabrur.

Selain aspek niat, Cholil menegaskan pentingnya ketaatan terhadap aturan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi.

“Pemerintah Indonesia melarang orang berangkat haji tanpa visa resmi. Pemerintah Arab Saudi ketat sekali. Tahun lalu saya berangkat haji itu dijaga,” kata Kiai Cholil.

Dia mencontohkan pengalamannya saat menunaikan ibadah haji, akses ke Masjidil Haram dan pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dijaga dengan sistem perizinan yang ketat.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berangkat haji tanpa prosedur resmi.

“Jangan nekat. Ikuti ketentuannya agar pelaksanaan hajinya sah dan bisa mabrur,” ujar dia.

Cholil juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap praktik keberangkatan haji ilegal. Dia menyoroti kejadian pada tahun sebelumnya karena terdapat warga negara Indonesia yang meninggal dunia saat mencoba menghindari petugas di Arab Saudi.

Menurut dia, kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus dijunjung tinggi oleh umat Muslim dalam menjalankan ibadah, termasuk haji.

“Peristiwa itu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mencoreng nama baik bangsa Indonesia karena tidak mematuhi aturan,” kata dia.

Baca Juga:  Penasihat Khusus Presiden Minta Kesiapsiagaan Layanan Haji Ditingkatkan



Ilustrasi ibadah haji. Dok. Kemenag

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tawaran haji tanpa antrean yang marak beredar, terutama melalui media sosial.

“Jangan mudah terpengaruh dengan iklan-iklan yang mengajak naik haji tanpa antre. Karena sejatinya tidak ada skema naik haji tanpa antre,” ujar Wamenhaj Dahnil.

Wamenhaj Dahnil menegaskan seluruh proses keberangkatan haji resmi harus melalui mekanisme antrean. Oleh karena itu, setiap tawaran yang menjanjikan keberangkatan tanpa antre dipastikan tidak menggunakan visa haji resmi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Wiyagus Soroti Pentingnya Sinergi Damkar dan Satpol PP Hadapi Tantangan Global
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Muhadjir Effendy Tegaskan War Tiket Haji Masih Sekadar Wacana, Belum Ada Bahasan Resmi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Minta WNI Jangan Minder, Hilirisasi dan MBG Bukti Kemandirian Bangsa
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Haji Sebagai Cahaya di Tengah Ujian Dunia
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Mojokerto dan Ajinomoto Fasilitasi 500 UMKM untuk Sertifikasi Halal
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.