May Day di Jakarta, 5 Ribu Buruh Demo di DPR, Perwakilan Diterima Pimpinan Dewan

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menyebut peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional di Jakarta, pada Jumat (1/5) ini difokuskan di dua titik.

Pertama, kata dia, kegiatan May Day Fest di Monas yang bakal dihadiri 300 ribu peserta dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

BACA JUGA: May Day 2026, Monas Dipenuhi Buruh, Ojol Juga Turun

"Pertama, Mayday Fest yang dilaksanakan di Monas, dihadiri oleh Bapak Presiden, dengan jumlah massa kurang lebih 300 ribu orang," kata Dekananto apel pengamanan demo hari buruh di Gedung DPR, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (1/5).

Selain di Monas, ujar Dekananto, titik peringatan Hari Buruh Internasional akan difokuskan ke Gedung DPR.

BACA JUGA: Prabowo Hadiri Peringatan May Day di Monas, Lemparkan Topi ke Arah Buruh

Menurutnya, kelompok dari Gebrak atau Gerakan Buruh Bersama Rakyat akan berdemonstrasi di depan DPR pada Jumat ini melibatkan lima ribu peserta.

"Kurang lebih 5.000 massa dari Banten, Jawa Barat, dan Tangerang Raya," kata Dekananto.

BACA JUGA: May Day, Momentum Percepatan Pengesahan RUU Pekerja Gig

Jenderal bintang satu itu melanjutkan nantinya pimpinan DPR akan menerima perwakilan buruh yang berdemonstrasi.

"Massa akan datang pukul 10.00 dengan titik kumpul di depan TVRI. Selanjutnya, perwakilan massa akan diterima oleh pimpinan DPR pada pukul 11.00," ujar Dekananto. 

Dia menyebutkan waktu massa selesai berdemonstrasi awalnya sebelum Salat Jumat, karena perwakilan buruh diterima pimpinan DPR sebelum jam 11.00 WIB.

Namun, kata dia, anggota kepolisian di lapangan harus bersiap jika terjadi perubahan demostrasi.

Terutama, setelah muncul informasi intelijen pihak di luar massa diprediksi akan melakukan tindakan tak sesuai aturan.

"Ya, untuk itu, jajaran tertutup, baik TNI maupun Polri, khususnya dari intelijen dan satgas penegakan hukum, saya minta untuk melakukan langkah-langkah tindakan represif edukatif, yaitu tindakan penegakan hukum untuk mencegah terjadinya kerusuhan," ujar Dekananto. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fakta Mencengangkan Sopir Taksi Listrik Terlibat Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Waduh


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buruh Desak Prabowo Hapus Outsourching hingga Ratifikasi Konvensi ILO 190
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Termasuk Ikan Sapu-sapu, 247 Jenis Ikan Asing Ada di Indonesia
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PBPI Kota Kediri Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlet Padel Menuju PON 2028
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Satlantas Polres Pelabuhan Makassar Sosialisasikan Pembatasan Truk Jelang May Day 2026 dan Hardiknas
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Semifinal Uber Cup 2026: Ulangi Sejarah 2024, Indonesia Bisa Kalahkan Lagi Korea Selatan
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.