Pantau - Israel mencegat konvoi kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan internasional dekat Yunani pada Kamis (30/4), menurut penyelenggara misi Global Sumud Flotilla.
Kronologi Pencegatan di Perairan InternasionalPenyelenggara menyebut kapal-kapal bantuan tersebut dihentikan dan dikuasai oleh pihak Israel saat berada ratusan mil dari Gaza di wilayah laut lepas dekat Kreta.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengecam keras tindakan tersebut dan menilai intervensi itu melanggar hukum internasional.
"Ini adalah pembajakan", ungkap pernyataan tersebut.
Kelompok itu juga menambahkan, "Ini adalah penangkapan ilegal terhadap manusia di laut lepas dekat Kreta, yang menunjukkan bahwa Israel dapat bertindak dengan impunitas penuh, jauh di luar perbatasan (wilayah)nya sendiri, tanpa konsekuensi."
Misi Bantuan dan Reaksi InternasionalDiketahui, armada kedua Global Sumud Flotilla berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026 dengan tujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza serta menembus blokade yang diberlakukan Israel.
Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak dan memicu aksi solidaritas di sejumlah negara, termasuk demonstrasi di Roma, Italia, yang mendukung misi kemanusiaan tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan terkait pengiriman bantuan ke Gaza melalui jalur laut internasional.




