Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno mengaku sempat mendapatkan intimidasi sebelum melakukan aksi dalam rangka memperingatkan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Sunarno mengatakan, intimidasi terhadap dirinya dan beberapa pimpinan KASBI seperti tidak bisa membuka atau mengakses whatsapp.
"Beberapa pimpinan Kasbi yang mendapatkan intimidasi dalam bentuk lain misalnya akun wa saya sempat menghilang sehingga tidak bisa diakses," ucapnya di depan Gedung DPR, Jumat (1/5/2026).
Tak hanya itu, ia katakan, bahwa beberapa pengurus KASBI mendapatkan doxing karena menyebarkan ajakan atau seruan untuk menggelar aksi di DPR.
"Doxing juga ke pengurus kami karena bikin postingan seruan aksi May Day bersama rakyat," ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa intimidasi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk melakukan aksi dalam rangka memperingati May Day 2026.
"Tapi kami tetap teguh pada pendirian, kami tetap melakukan aksi May Day bersama rakyat di depan DPR," tandasnya.
Sekedar informasi, Massa buruh hari ini menggelar aksi di depan gedung DPR dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional.
Berdasarkan pantauan, sejumlah kelompok buruh mulai berkumpul di depan Senayan Park sekira pukul 13.00 WIB. Mereka akan mulai perjalanan menuju depan gedung DPR/MPR.
Namun terlihat juga beberapa kelompok sudah tiba, dan mereka mulai mengutarakan aspirasinya di atas mobil komando.
Mereka membawa bendera organisasinya masing-masing. Sejumlah poster juga dibentangkan oleh massa.
Di sisi lain, dengan adanya aksi buruh hari ini, berdampak dengan kondisi arus lalu lintas di sekitaran gedung DPR/MPR.
Terpantau arus lalu lintas di depan pintu 10 Gelora Bung Karno mengalami kepadatan kendaraan.
Pasalnya bus-bus yang mengangkut para buruh terparkir di depan Senayan Park.
Kepadatan kendaraan juga berlanjut di Jalan Gatot Subroto. Pengendara harus mengurangi kecepatannya lantaran massa buruh memadati separuh jalan utama.
Sejumlah apakah kepolisian sibuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan. (aha/aag)




