Ivan Roy Hutapea Minta GAMKI Mencabut Laporan Polisi Kepada Jusuf Kalla

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Inti Demokrasi Kebangsaan (InDeks) Ivan Roy Hutapea yang juga pegiat dalam kegiatan bidang Kekristenan dan kebudayaan Batak ini minta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) segera mencabut Laporan Polisi terhadap Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla.

Pasalnya, menurut Ivan, Laporan Polisi yang dilakukan oleh GAMKI menyebabkan pro dan kontra bukan hanya di kalangan umum namun juga di Internal GAMKI dan warga penganut agama Kristen itu sendiri.

BACA JUGA: Paskah Nasional GAMKI: Teladani Wolter Monginsidi dan Sam Ratulangi, Lawan Krisis!

"Di internal Kristen itu sendiri, saya melihat banyak yang pro namun lebih banyak yang kontra. Padahal keberadaan GAMKI itu diharapkan menjadi pemersatu, pendamai, pengayom terutama kalangan Kristen itu sendiri", ujar Ivan dalam keterangannya pada Jumat (1/5/2026).

Selain harus memperhatikan keutuhan maksud Jusuf Kalla dalam video yang dipotong dan banyak beredar diberbagai platfom media sosial dan kemudian menjadi laporan polisi di Polda Metro Jaya oleh GAMKI tersebut.

BACA JUGA: DPP PATRIA PMKRI Bertemu Jusuf Kalla, Gustaf Tegaskan Pentingnya Menjaga Persatuan, Merawat Keberagaman

Menurut Ivan, kasus tersebut kini jauh dari esensi laporan seperti yang dituntut oleh GAMKi.

"Kasus ini lebih besar aroma politisnya daripada esensi laporan GAMKI. Ini bisa menciderai demokrasi yang sebenarnya. Karena akibat kasus ini politik identitas sepertinya akan muncul lagi. Inilah yang nantinya bisa dimanfaatkan pihak asing yang ingin Indonesia hancur," katanya.

BACA JUGA: GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap Jusuf Kalla Tetap Berlanjut

Harapan, Ivan berharap GAMKI belajar dari berbagai kasus yang mengakibatkan terjadinya politik identitas di Indonesia akibat menyinggung Agama.

Ivan menyarankan agar GAMKI lebih fokus terhadap program -program nyata di masyarakat yang lebih berdampak bagi kemajuan bangsa dan negara.

"Seharusnya GAMKI sudah katam terhadap hal-hal seperti ini. Dan, menjadi tolak ukur dan contoh bagi organisasi keagamaan Kristen dan agama lainnnya. Seperti selama ini, sebagai contoh memandang persoalam yang terjadi di Indonesia bahkan seperterti yang sekarang terjadi di Timur Tengah sebagai persoalan politik bukan agama. Tapi, ini GAMKi cetek bangat soal diksi dan tidak melihat secara utuh dipersoalkan. Ada apa dengan GAMKI?," tanya Ivan.

Ivan menambahkan akibat laporan GAMKI kini menyasar salah satu organisasi Gereka terbesar di Asia Tenggara, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menjadi sasaran perundungan oleh kalangan yang tidak suka terhadap Ephorus HKBP.

Seperti diketahui Ephorus HKBP Pdt. Viktor Tinambunan dengan berbagai organisasi lainnya setelah mengkaji kasus yang menimpa Jusuf Kalla tidaklah sesuai dengan tuntutan GAMKI.

"GAMKI harus tahu, tidak semua orang Kristen merasa terwakili oleh GAMKI dalam kasus ini. Kemarin Ephorus HKBP karena memberi Ulos ke Jusuf Kalla kena bully. Kalau paham adat Batak dan arti Kekristenan pasti tahu kenapa diberi Ulos," paparnya.

Akibat kasus tersebut, sebagai warga HKBP kasus yang dilaporkan GAMKI dimanfaatkan oleh pihak -pihak yang tidak senang terhadap pucuk pimpinan HKBP.

"Kami tahu Ephorus HKBP saat ini terdepan menyerukan perbaikan terhadap lingkungan hidup baik di Tano Batak dan untuk kepentingan generasi berikutnya. Namun, hal itu berdampak bagi penutupan operasional perusahaan besar yang selama ini terbukti merusak lingkungan. Nah, akibat kasus antara pengurus pusat GAMKI dna Jusuf Kalla ini. dimaanfaatkanlah untuk menghina Ephorus," pungkas Ivan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tri Tito Karnavian Salurkan Bantuan dan Dorong Layanan Posyandu di Huntara Aceh Utara
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Hari Buruh 2026: IRT dari Bogor Ini Ikut Peringati May Day di Monas demi Tuntut Ini ke Presiden
• 11 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Pastikan Kemudahan Akses Pupuk Subsidi untuk Petani
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi III DPR Siap Bela dan Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir!
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.