Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membukukan laba bersih sebesar US$146,13 juta atau setara Rp2,47 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Perseroan sukses membalikkan rugi bersih pada periode sebelumnya sejalan dengan pendapatan yang meroket.
Melansir laporan keuangan triwulan pertama 2026 yang tidak diaudit, TPIA meraup total pendapatan US$2,40 miliar atau setara Rp40,74 triliun. Pendapatan ini melejit 284,4% year on year (YoY) dari pendapatan periode sebelumnya sebesar US$662,09 juta.
Pendapatan perseroan paling besar tertumpu pada penjualan komoditas ke luar negeri. Penjualan energi yang pada kuartal I/2025 tidak ada, di tahun ini tercatat sebesar US$1,45 miliar. Sedangkan penjualan kimia tumbuh 180,9% YoY menjadi US$548,13 juta.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan ke pasar domestik kompak koreksi. Penjualan energi turun 0,4% YoY menjadi US$2,56 juta dan penjualan kimia koreksi 14,8% YoY menjadi US$338,44 juta.
Kemudian, pendapatan segmen infrastruktur untuk pasar domestik melejit 120,2% YoY menjadi US$59,29 juta, sementara untuk pasar luar negeri yang tahun lalu nihil dalam kuartal I/2026 membukukan nilai US$4,41 juta.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komponen beban seperti bahan baku, beban produksi dan manufaktur yang meningkat 215,8% YoY menjadi US$1,87 miliar, beban penyusutan melambung 239,2% YoY, dan beban penjualan yang naik 95,4% YoY menjadi US$19,74 juta. Sementara itu, terdapat keuntungan kurs mata uang US$8,91 juta, melejit 406,3% YoY seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Baca Juga
- Akrobat Emiten Prajogo Pangestu PTRO Rambah Bisnis Emas Usai Lepas Tambang Batu Bara ke SINI
- Tambah Free Float, Prajogo Pangestu Lepas Saham CUAN Rp90,07 Miliar
- Posisi Kekayaan Prajogo Cs Kompak Memerah Usai MSCI Tetap Tahan Rebalancing Saham RI
Walau sejumlah pos beban mengalami kenaikan, pertumbuhan pendapatan yang signifikan membuat TPIA mencatat laba sebelum pajak sebesar US$230,51 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak sebesar US$31,86 juta pada periode sebelumnya.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dibukukan TPIA mencapai US$205,08 juta, membaik dibandingkan dengan rugi periode berjalan sebesar US$23,58 juta pada kuartal I/2025.
Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$146,13 juta. Angka ini juga berbalik positif dibandingkan dengan rugi bersih US$25,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Menilik neraca keuangan perseroan, aset TPIA triwulan pertama 2026 meningkat 1,5% year to date (YtD) menjadi US$12,51 miliar. Total liabilitas perseroan turun 0,2% YtD menjadi US$7,65 miliar, sedangkan total ekuitas naik 4,3% YtD menjadi sebesar US$4,86 miliar.




