JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman berencana membuka layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam.
Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah memperbaiki komunikasi dengan publik yang selama ini kerap menuai kritik.
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, bahkan menyarankan agar layanan tersebut berjalan lebih dari 24 jam.
“Kalau tidak salah, statement Pak Dudung kemarin, sesaat setelah dilantik, akan membuka pengaduan 24 jam terkait dengan keluhan, aspirasi, dan protes masyarakat. Kalau boleh usul, jangan 24 jam, kayak warung Madura, 26 jam. Itu lebih cocok," kata Adi, dalam tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Prabowo Ingin Bangun “Kota Baru” untuk Kaum Buruh
Adi menilai, pembukaan posko pengaduan ini menunjukkan keterbukaan pemerintah dalam menampung aspirasi, keluhan, hingga kritik masyarakat secara langsung.
Menurut dia, selama ini publik kerap menilai pemerintah kurang menyediakan kanal komunikasi yang efektif.
Aspirasi masyarakat, kata Adi, sering kali hanya berhenti di media sosial tanpa tindak lanjut yang jelas.
“Selama ini kita sering mendengarkan, kan, kok kayaknya pemerintah ini tidak mau mendengarkan suara-suara dari publik. Kok selama ini pemerintah seakan-akan berhenti hanya kritik di media sosial dan kemudian aspirasi itu tidak ada jalur dan kanalnya," ujar dia.
Dengan adanya layanan pengaduan 24 jam, Adi berharap KSP dapat menjadi penghubung yang lebih aktif antara masyarakat dan pemerintah.
Selain menampung aspirasi, KSP juga diharapkan mampu memastikan setiap laporan ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait.
Adi melihat penunjukan Dudung sebagai KSP juga berkaitan dengan upaya memperkuat koordinasi dan komunikasi internal pemerintah.
Baca juga: Prabowo Telepon Dasco, Titip Salam untuk Massa Buruh di DPR
Ia menilai, KSP memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan informasi terkait kinerja para menteri, wakil menteri, dan kepala badan agar lebih tersampaikan ke publik.
“Karena kan selama ini kurang lebih sekitar setahun setengah lah pemerintahan berjalan, kan kita juga sering mendengarkan pernyataan Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan yang seakan-akan sudah begitu banyak mengerjakan banyak hal di bidangnya masing-masing,cuma tidak sampai ke publik," ujar Adi.
Menurut Adi, sosok Dudung dianggap memiliki kapasitas dari sisi jejaring dan kewibawaan untuk menjalankan fungsi tersebut.
Hal itu dinilai penting agar komunikasi antara KSP dan para pejabat di kementerian/lembaga berjalan efektif.





