VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Akuatik Indonesia, Ali A. Patiwiri, mengatakan pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia penting untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet secara berkelanjutan.
Ali menjelaskan, selama ini polo air berada di bawah naungan Akuatik Indonesia bersama empat cabang lainnya, yakni renang, renang indah, loncat indah, dan open water swimming. Kondisi tersebut dinilai membuat pengelolaan belum optimal karena harus berbagi fokus dengan cabang lain.
“Dengan adanya pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia ini, kita berharap dari sisi pembinaan, dari sisi prestasi, itu akan lebih baik,” ujar Ali usai Forum Group Discussion (FGD) pembentikan Asosiasi Polo Air Indonesia di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan asosiasi akan memberikan keleluasaan dalam merancang program pembinaan, termasuk menyusun kompetisi rutin seperti liga nasional dan kejuaraan usia muda. Hal ini penting untuk menciptakan sistem pembinaan berjenjang yang selama ini belum berjalan maksimal.
Ia menambahkan, pembinaan yang terstruktur akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas atlet. Dengan adanya kompetisi yang konsisten, atlet memiliki kesempatan lebih banyak untuk berkembang dan mengasah kemampuan di level kompetitif.
Selain aspek pembinaan, pembentukan asosiasi juga diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah. Ali menilai, salah satu tantangan utama polo air saat ini adalah minimnya perkembangan di tingkat regional, terutama terkait ketersediaan fasilitas.
“Yang menjadi tantangan kita adalah di daerah. Dengan adanya asosiasi ini, kita harapkan akan mendorong munculnya klub-klub polo air dan pembangunan sarana di daerah,” katanya.
Dari sisi prestasi, Indonesia sebenarnya memiliki catatan positif di cabang polo air, termasuk meraih medali emas pada SEA Games 2019 dan perak pada edisi berikutnya. Namun, menurut Ali, capaian tersebut perlu didukung sistem yang lebih kuat agar bisa meningkat ke level yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, tujuan jangka panjang dari pembentukan asosiasi adalah membawa polo air Indonesia tidak hanya berprestasi di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga mampu bersaing di tingkat Asia hingga Olimpiade.




