Emiten Farmasi PYFA Target Rights Issue Tuntas Kuartal III/2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menargetkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dapat rampung pada kuartal III/2026 seiring dengan rencana ekspansi dan memperkuat struktur permodalan.

Direktur PYFA Sinta L. Ningsih mengatakan perseroan telah mengantongi persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 April 2026, yang menjadi landasan pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

“Dengan persetujuan yang kami dapatkan, kami akan berfokus untuk melengkapi ekosistem kami. Sebagai perusahaan farmasi, memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik dengan teknologi mutakhir bagi masyarakat adalah bentuk tanggung jawab kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan rencana, PYFA akan menerbitkan saham baru maksimal 5,7 miliar lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham, disertai penerbitan waran sesuai ketentuan yang berlaku.

Manajemen menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada akhir Juni 2026, dilanjutkan dengan periode pelaksanaan HMETD pada Juli 2026. Seluruh rangkaian rights issue tersebut ditargetkan selesai pada kuartal III/2026.

Adapun dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung potensi akuisisi guna mempercepat pengembangan usaha. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.

Baca Juga

  • Aksi Korporasi: Strategi Rights Issue Terus Melaju
  • Pyridam Farma (PYFA) Pacu Produksi, Targetkan Laba pada 2026
  • Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue 5,7 Miliar Saham, Bidik Akuisisi & Ekspansi

Selain saham baru, PYFA juga akan menerbitkan waran dengan jumlah maksimal 35% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Instrumen tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus membuka peluang tambahan modal di masa mendatang melalui konversi waran.

Ke depan, perseroan akan mengedepankan strategi pertumbuhan yang adaptif melalui optimalisasi portofolio bisnis, penguatan fundamental operasional, serta ekspansi anorganik, termasuk melalui akuisisi.

PYFA memiliki unit bisnis yang terdiri dari obat resep dalam berbagai bentuk seperti tablet, kapsul, krim, dan injeksi. Emiten farmasi tersebut memiliki anak perusahaan ternama, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Ingatkan Jangan Ada Penyimpangan di Sekolah Rakyat, Akan Tindak Tegas
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KSBSI Sanjung Presiden Prabowo Kembali Ikut Rayakan May Day Bersama Buruh
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gojek Kaji Aturan Potongan 8% ke Mitra Driver, Fix Bakal Turun?
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Delegasi Iran Batal Hadiri Kongres FIFA
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
DPR AS Setujui RUU Pendanaan DHS untuk Akhiri Shutdown Terlama Selama 75 Hari
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.