TEHERAN, KOMPAS.TV - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan bakal memberlakukan kerangka hukum baru untuk mengelola Selat Hormuz.
Hal itu disebut sebagai babak baru atas ketegangan yang terjadi di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Khamenei mengungkapkan dalam sebuah pesan Kamis (30/5/2026), yang menandai Hari Nasional Teluk Persia.
Baca Juga: Trump Kesal Kongres AS Berupaya Batasi Kewenangan dalam Perang: Mereka Selalu Melakukannya
“Republik Islam, sebagai ungkapan syukur atas berkah ilahi berupa pengelolaan Selat Hormuz, akan mengamankan kawasan Teluk Persia dan mengakhiri penyalahgunaan jalur air ini secara tidak adil,” katanya dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA.
“Kerangka hukum dan sistem pengelolaan baru untuk Selat Hormuz akan meningkatkan kenyamanan dan pembangunan bagi semua negara di kawasan ini, dan manfaat ekonominya akan membawa kebahagiaan bagi bangsa,” ucapnya.
Khamenei menggambarkan Teluk Persia sebagai berkah yang tak tertandingi dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa-bangsa Muslim di kawasan, khususnya Rakyat Iran.
Ia mengatakan Teluk Persia lebih dari sekadar membentuk sebagian identitas dan peradaban Iran.
Khamenei juga menegaskan Selat Hormuz berfungsi sebagai titik pertemuan berbagai negara dan sebagai jalur vital dan unik perdagangan global melalui Selat Hormuz dan Laut Oman.
“Aset strategis ini telah lama memicu keserakahan banyak penjahat selama berabad-abad. Catatan invasi berulang kali oleh orang asing Eropa dan Amerika,” tuturnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : IRNA
- iran
- mojtaba khamenei
- selat hormuz
- hukum baru





